Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 9 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 9 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 360 •  Quarter Hizb 36.75 •  Juz 18 •  Manzil 4 • Makkiyah

اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا ࣖ

Unẓur kaifa ḍarabū lakal-amṡāla fa ḍallū falā yastaṭī‘ūna sabīlā(n).

Perhatikanlah (Nabi Muhammad) bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan (yang buruk) tentang engkau! Maka, sesatlah mereka. Mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).

Makna Surat Al-Furqan Ayat 9
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah memaparkan kesesatan dan kebodohan kaum kafir, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, “Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau; mereka menyebutmu penyair, pria yang terkena sihir, pesihir, dan lain-lain, maka sesatlah mereka dari jalan yang benar sehingga mereka tidak mendapatkan satu jalan pun yang masuk akal untuk menentang kerasulanmu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini Allah menyuruh Nabi dan umatnya memperhatikan kecaman-kecaman yang dikemukakan oleh orang-orang kafir itu. Dengan memperhatikan kecaman-kecaman itu nampak jelas bahwa mereka telah kehabisan alasan dan keterangan untuk menolak seruan Nabi Muhammad kepada tauhid dan meninggalkan sembahan-sembahan mereka yang menyesatkan itu. Mereka tidak sanggup menolak alasan-alasan dan bukti-bukti yang dikemukakan oleh Nabi Muhammad berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan lainnya. Mereka tidak sanggup menjawab tantangan membuat satu surah saja yang sama nilainya dengan satu surah dalam Al-Qur’an, baik dari segi isi, makna maupun sastranya. Oleh sebab itu mereka mengalihkan kecaman mereka kepada pribadi Nabi Muhammad sendiri. Hal itu banyak terjadi pada orang-orang yang telah dikalahkan hujjahnya. Oleh sebab itu Allah tidak langsung menjawab kecaman-kecaman itu dan menyuruh memperlihatkannya agar jelas bagi semua orang bahwa mereka itu telah terlempar ke sudut karena mereka memang telah sesat dari jalan yang benar.

Isi Kandungan Kosakata

1. Tagayyuẓan wa zafīran تَغَيُّظًا وَزَفِيْرًا (al-Furqān/25: 12)

Tagayyuẓan artinya kegeraman, terambil dari kata al-gaiẓ yang berarti memuncaknya kemarahan dari seseorang. Sering juga dikatakan jika orang sedang marah darahnya mendidih. Tagayyuẓ berarti memperlihatkan kemarahan. Terkadang disertai juga dengan suara yang meledak-ledak.Dari sini muncul arti “geram”.

Zafīr akar katanya (ز- ف- ر) yang mempunyai dua arti. Pertama, muatan, beban, dan bawaan (ḥiml). Seorang lelaki disebut zufar karena dia membawa muatan berupa harta benda. Sungai yang besar juga disebut demikian karena membawa air yang banyak. Kedua, suara. Pengertian kedua inilah yang tepat dengan ayat ini. Pada mulanya zafīr adalah untuk nafas yang terengah-engah (taraddudun nafas) atau nafas yang panjang sehingga tulang rusuknya membesar. Dari sini muncul arti “nyala”.

Tagayyuẓ dan zafīr adalah gambaran penghuni neraka yang mengeluarkan suara geram dan nyala. Dengan dua gambaran ini saja sudah cukup bisa membayangkan situasi kejiwaan mereka yang diliputi oleh seribu macam kekalutan dan kemarahan dan lain sebagainya.

2. Ṡubūran ثُبُوْرًا (al-Furqān/25: 13)

Akar kata dari (ث - ب- ر) mempunyai tiga arti. Pertama, kemudahan. Kedua, kerusakan atau kecelakaan. Ketiga, menekuni satu pekerjaan secara terus menerus. Dari ketiga arti ini, arti kedua lah yang dimaksud oleh ayat ini.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto