Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 64 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 64 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 365 •  Quarter Hizb 37.25 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا

Wal-lażīna yabītūna lirabbihim sujjadaw wa qiyāmā(n).

Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.

Makna Surat Al-Furqan Ayat 64
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Sifat ibadurahman berikutnya adalah senantiasa salat malam. Dan orang-orang yang menghabiskan atau menggunakan sebagian waktu malamnya terutama waktu sepertiga malam terakhir untuk beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan yang telah memelihara mereka dengan bersujud dan berdiri. Beribadah pada saat itu betul-betul mencerminkan keikhlasan, hati lebih khusyuk, lebih konsentrasi kepada Sang Khalik.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ketiga: Kemudian Allah menjelaskan pula sikap dan sifat mereka ketika berhubungan dengan Tuhan Pencipta alam pada malam hari. Apabila malam telah sunyi sepi, manusia lelap dibuai oleh tidur nyenyak, mereka mengerjakan salat Tahajud dan berdiri menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tinggalkan kesenangan dan kenyamanan tidur, mereka resapkan dengan sepenuh jiwa dan raga bagaimana nikmat dan tenteramnya bermunajat dengan Tuhan. Mereka mengerjakan salat malam salat Tahajud seperti yang dilakukan Rasulullah karena dengan salat di malam hari itu jiwa mereka menjadi suci dan bersih. Iman mereka bertambah, keyakinan menjadi mantap bahwa tiada Tuhan selain Dia, rahmat dan kasih sayang-Nya Maha Luas meliputi semua makhluk-Nya. Di sanalah mereka memohon dan berdoa dengan penuh khusyuk dan tawaduk agar diampuni dosa dan kesalahan mereka dan dilimpahkan rahmat dan keridaan-Nya. Setelah melakukan salat malam itu, barulah mereka tidur dengan perasaan bahagia penuh tawakal dan takwa.

Ibnu ‘Abbās berkata, “Barang siapa yang melakukan salat dua rakaat atau lebih sesudah salat Isya berarti dia telah salat sepanjang malam.”

Dalam ayat lain, Allah menjelaskan pula sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengerjakan salat malam ini:

تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ١٦

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (as-Sajdah/32: 16).

Dan firman-Nya:

اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖ

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? (az-Zumar/39: 9).

Dan firman-Nya:

كَانُوْ قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ ١٧ وَبِالْاَسْحَا رِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْ نَ ١٨

“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (aż-Żāriyāt/51: 17–18)

Isi Kandungan Kosakata

1. Lā Yasyhadūna az-Zūr لَايَشْهَدُوْن َ الزُّوْرَ (al-Furqān/25: 72)

Yasyhadūn artinya menyaksikan terambil dari kata syahadah dan syuhūd yang bermakna hadir dan menyaksikan, baik dengan mata maupun dengan mata hati. Makna ini kemudian berkembang menjadi makna bersaksi. Az-Zūr berarti kebohongan atau kepalsuan karena makna asalnya adalah condong dari arahnya yang lurus. Ayat ini menjelaskan sifat orang-orang yang beriman sebagaimana yang telah disebutkan dalam ayat 63 yang lalu. Sebagai hamba Allah yang taat mereka memiliki sifat yang terpuji yaitu mereka tidak mau memberikan kesaksian palsu. Kata az-zūr terulang sebanyak dua kali yaitu dalam surat ini dan surat al-Ḥajj/22: 30.

2. Qurrata A’yun قُرَّةَ أَعْيُنٍ (al-Furqān/25: 74)

Qurrah pada mulanya berarti dingin, tapi yang dimaksud di sini adalah makna menggembirakan karena sebagian ulama berpendapat bahwa air mata yang mengalir ada yang dingin dan hangat. Air mata yang dingin menunjukkan kegembiraan, sedangkan air mata yang hangat menunjukkan kesedihan. Namun yang dimaksud dalam ayat ini adalah sesuatu yang apabila dilihat akan menyenangkan orang yang melihatnya dan dianggap sebagai buah hati apabila dikatakan kepada seorang anak yang didambakan. Kata qurrah a’yun terulang sebanyak tiga kali dalam surat ini dan dalam Surah al-Qaṣaṣ/28: 3 dan as-Sajdah/32: 11.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto