Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 35 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 35 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 363 •  Quarter Hizb 37 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهٗٓ اَخَاهُ هٰرُوْنَ وَزِيْرًا ۚ

Wa laqad ātainā mūsal-kitāba wa ja‘alnā ma‘ahū akhāhu hārūna wazīrā(n).

Sungguh, Kami telah menganugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa dan menjadikan Harun saudaranya untuk menyertai dia sebagai wazir (pembantu).

Makna Surat Al-Furqan Ayat 35
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab Taurat kepada Musa bin Imran, salah satu nabi dari Ulul ‘Azmi, sebagai pembimbing bagi kaumnya Bani Israil dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, sebagai anugerah yang Kami berikan kepadanya atas permintaannya. Harun Kami angkat juga sebagai nabi dan menyertai dia sebagai wazir, yaitu pembantu yang ikut memperkuat kedudukannya dan menjadi juru bicaranya di hadapan raja Fir’aun.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa seperti menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad. Dia juga telah menjadikan Harun, saudaranya, menyertai dia sebagai seorang wazīr (pembantu) yang selalu diajak musyawarah untuk diminta pendapatnya. Dalam ayat lain diterangkan bahwa Harun itu diperbantukan kepada Musa sebagai seorang nabi. Hal ini tidak bertentangan karena walaupun Harun seorang nabi, tetapi dalam bidang syariat ia mengikuti syariat Musa dan mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Musa dan Harun diperintahkan supaya menyampaikan risalah-Nya kepada Fir‘aun dengan jaminan bahwa kemenangan terakhir pasti berada di pihak mereka.

Isi Kandungan Kosakata

Tabbarnā Tatbīran تَبَّرْنَا تَتْبِيْرًا (al-Furqān/25: 39)

Akar katanya adalah tabara, artinya “menghancurkan sampai lumat sehancur-hancurnya” (ihlāk). Dalam Surah al-Furqān/25: 39 dinyatakan, “Wa kullan ḍarabnā lahul-amṡāl wa kullan tabbarnā tatbīrā (Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya). Maksudnya, kepada umat-umat yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya itu, yaitu umat-umat Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Saleh, dan Nabi Syuaib, Allah telah menjelaskan bukti-bukti bahwa Ia ada dan Mahakuasa, tetapi mereka tidak mempercayainya dan mematuhinya. Oleh karena itu, Allah menghancurkannya sehancur-hancurnya sampai lumat, sehingga tidak bersisa lagi. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya jadi pelajaran bagi kaum Quraisy dan siapa saja sesudahnya agar mereka beriman.

Juga terdapat bentuk-bentuk lain dari kata itu. Misalnya kata mutabbar dalam Surah al-A‘rāf/7: 139, Innā hā’ulā’i mutabbarun mā hum fīh (Sesungguhnya mereka akan dihancurkan (oleh kepercayaan) yang dianutnya). Mutabbar adalah ism maf’ūl dari kata tabbara. Ayat itu mengisahkan Bani Israil setelah lepas dari kejaran Fir‘aun. Mereka melewati satu komunitas yang menyembah berhala. Maka Bani Israil meminta agar bagi mereka dibuatkan pula tuhan yang dapat dilihat secara jelas seperti itu. Nabi Musa menjelaskan bahwa apa saja yang disembah selain Allah akan hancur lebur, dan yang akan kuasa hanyalah Allah. Juga terdapat bentuk maṣdarnya, yaitu kata tabār dalam Nūh/71: 28, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā (Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran). Itu adalah ucapan Nabi Nuh berkenaan kaumnya yang tidak mau beriman, yaitu bahwa mereka hancur lebur ditelan air bah amat besar.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto