لَهُمْ فِيْهَا مَا يَشَاۤءُوْنَ خٰلِدِيْنَۗ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ وَعْدًا مَّسْـُٔوْلًا
Lahum fīhā mā yasyā'ūna khālidīn(a), kāna ‘alā rabbika wa‘dam mas'ūlā(n).
Bagi mereka segala yang mereka kehendaki ada di dalamnya (surga). Mereka kekal (di dalamnya). Itulah janji Tuhanmu yang pantas dimohonkan (kepada-Nya).
Bagi orang-orang yang bertakwa itu segala yang mereka kehendaki ada di dalam surga tersebut. Di sana tersedia kenikmatan abadi dan berbagai kelezatan. Mereka kekal di dalamnya dan mereka pun enggan beranjak darinya. Itulah janji pasti dari Tuhanmu yang pantas dimohonkan kepada-Nya.
Di dalam surga itu mereka diberi apa yang mereka minta dan mereka inginkan berupa pakaian, makanan dan minuman serta segala kenikmatan yang tak dapat dibayangkan oleh manusia di dunia ini. Selain dari itu mereka selalu berada dalam keridaan Ilahi dan inilah suatu nikmat rohani yang tidak ada taranya, karena keridaan Ilahi itulah yang menimbulkan rasa tenteram dan bahagia di dalam hati sanubari setiap hamba Allah sebagaimana tersebut dalan firman-Nya.
قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْ ۗ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
Alla h berfirman, “Inilah saat orang yang benar memperoleh manfaat dari kebenarannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itulah kemenangan yang agung.” (al-Mā’idah/5: 119)
Demikianlah janji Allah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa dan janji Allah itu pasti terlaksana.
1. Tagayyuẓan wa zafīran تَغَيُّظًا وَزَفِيْرًا (al-Furqān/25: 12)
Tagayyuẓan artinya kegeraman, terambil dari kata al-gaiẓ yang berarti memuncaknya kemarahan dari seseorang. Sering juga dikatakan jika orang sedang marah darahnya mendidih. Tagayyuẓ berarti memperlihatkan kemarahan. Terkadang disertai juga dengan suara yang meledak-ledak.Dari sini muncul arti “geram”.
Zafīr akar katanya (ز- ف- ر) yang mempunyai dua arti. Pertama, muatan, beban, dan bawaan (ḥiml). Seorang lelaki disebut zufar karena dia membawa muatan berupa harta benda. Sungai yang besar juga disebut demikian karena membawa air yang banyak. Kedua, suara. Pengertian kedua inilah yang tepat dengan ayat ini. Pada mulanya zafīr adalah untuk nafas yang terengah-engah (taraddudun nafas) atau nafas yang panjang sehingga tulang rusuknya membesar. Dari sini muncul arti “nyala”.
Tagayyuẓ dan zafīr adalah gambaran penghuni neraka yang mengeluarkan suara geram dan nyala. Dengan dua gambaran ini saja sudah cukup bisa membayangkan situasi kejiwaan mereka yang diliputi oleh seribu macam kekalutan dan kemarahan dan lain sebagainya.
2. Ṡubūran ثُبُوْرًا (al-Furqān/25: 13)
Akar kata dari (ث - ب- ر) mempunyai tiga arti. Pertama, kemudahan. Kedua, kerusakan atau kecelakaan. Ketiga, menekuni satu pekerjaan secara terus menerus. Dari ketiga arti ini, arti kedua lah yang dimaksud oleh ayat ini.














































