Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 25 - Surat Al-Furqān (Pembeda)
الفرقان
Ayat 25 / 77 •  Surat 25 / 114 •  Halaman 362 •  Quarter Hizb 37 •  Juz 19 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَيَوْمَ تَشَقَّقُ السَّمَاۤءُ بِالْغَمَامِ وَنُزِّلَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ تَنْزِيْلًا

Wa yauma tasyaqqaqus-samā'u bil-gamāmi wa nuzzilal-malā'ikatu tanzīlā(n).

(Ingatlah) hari (ketika) langit pecah mengeluarkan kabut putih dan malaikat diturunkan (secara) bergelombang.

Makna Surat Al-Furqan Ayat 25
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ingatlah wahai Nabi Muhammad pada saat datangnya hari Kiamat, yaitu ketika langit pecah dan benda-benda langit pun saling bertabrakan dengan sangat dahsyatnya, sehingga mengeluarkan kabut putih semuanya menjadi debu yang beterbangan dan akhirnya menghilang. Dan ketika itu para malaikat pun diturunkan secara bergelombang dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka membawa catatan amal setiap manusia. Merekalah yang menjadi saksi atas semua tindakan manusia di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah memerintahkan kepada Muhammad untuk menjelaskan kepada kaumnya kedahsyatan hari Kiamat. Ketika itu, langit akan pecah, dan semua benda angkasa yang berada di dalamnya akan hancur bagaikan kabut yang beterbangan, akibat benturan planet-planet dan bintang-bintang yang tidak lagi mengorbit menurut ketentuannya masing-masing, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah:

وَّفُتِحَت ِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ ١٩ وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ ٢٠

Dan langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu, dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana. (an-Naba’/78: 19-20)

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ ١ وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ ٢ وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ ٣ وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ ٤ عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ ٥

Apabila langit terbelah; dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan; dan apabila lautan dijadikan meluap; dan apabila kuburan-kuburan dibongkar; (maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya). (al-Infiṭār/82: 1-5)

Pada hari yang dahsyat itu, malaikat diturunkan secara bergelombang sambil membawa kitab-kitab yang berisi catatan semua amal hamba-hamba Allah yang mereka saksikan dan catat ketika di dunia. Kitab-kitab itu menjadi bahan bukti ketika mereka diadili Allah di Padang Mahsyar.

Menurut para ilmuwan, ayat ini, seperti banyak ayat lainnya dalam Al-Qur’an, menegaskan adanya kejadian-kejadian astronomis yang luar biasa kedahsyatannya yang akan terjadi pada hari Kiamat. Semuanya menunjukkan adanya kerusakan dan kehancuran secara menyeluruh dalam sistem yang mengaitkan bagian-bagian dari alam semesta. Termasuk perubahan total dalam kedudukan, bentuk, dan kaitan-kaitan antar elemen dalam semesta jagad raya ini. Suatu gambaran akhir dan perubahan total yang tidak hanya terjadi di bumi, tetapi juga mencakup keseluruhan benda-benda langit yang ada di alam semesta ini. Bintang-bintang ‘berjatuhan’, saling bertabrakan, karena rusaknya (hilangnya) gaya gravitasi, langit pecah-belah dan planet-planet saling berbenturan dan berhamburan.

Kabut putih menggambarkan semua benda-benda langit yang jumlahnya triliunan, seolah terlihat seperti kabut. Kala itu benda-benda langit tersebut “melejit” keluar dari langit seperti didesak dari dalam oleh tekanan besar yang memaksa mereka keluar dari “balon” langit. Bintang, planet, dan benda langit lainnya tak ubahnya seperti debu yang kecil dan ringan – yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Keseimbangan dan keteraturan antar komponen sistem dalam semesta pada saat itu sudah tidak ada lagi. Benda-benda langit saling berbenturan dan meledak. Bisa jadi kabut putih pun adalah awan-awan yang terkumpul dari uap-uap yang dihasilkan dari ledakan-ledakan tersebut.

Isi Kandungan Kosakata

1. Fulānan Khalīlan فُلَانًا خَلِيْلًا (al-Furqān/25: 28)

Fulānan khalīlan artinya fulan sebagai teman akrab. Fulan yaitu seseorang, siapa pun namanya, yang menjadi teman akrab ketika hidup di dunia. Teman akrab memang dapat mempengaruhi hidup seseorang, sehingga jalan hidup orang itu menjadi baik, beriman, bertakwa, dan beramal saleh. Tetapi teman akrab dapat pula mempengaruhi pada hal-hal yang buruk seperti berbuat maksiat, durhaka kepada orang tua bahkan kepada agama dan lain-lain. Oleh karena itu, sebaiknya kita memilih teman yang baik untuk dijadikan teman akrab, tidak memilih orang-orang yang ingkar kepada agama sebagai teman akrab. Supaya tidak menyesal di akhirat nanti sebaiknya kita juga tidak berteman akrab dengan orang musyrik, atau yang tidak percaya kepada Tuhan, suka berbuat maksiat, dan melanggar larangan agama.

2. Khażūlan خَذُوْلًا (al-Furqān/25: 29)

Khażūlan berasal dari fi’il او خذلانا ﺧﺬلا ﻳﺨﺬل ﺧﺬل artinya: menelantarkan, tidak memberi pertolongan, atau mengabaikan. Khażūlan adalah bentuk ṣīgah mubālagah seperti fa‘ūl dan gafūr yang berarti banyak sekali melakukan hal-hal yang disebut dalam kata dasar tersebut. Khażūlan dalam ayat 29 Surah al-Furqān ini berarti banyak sekali menelantarkan, tidak acuh sama sekali, tidak mau memberi pertolongan sedikit pun. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa setan sejak dahulu memang selalu tidak mau menolong manusia, dia lebih suka menjerumuskan manusia kepada hal-hal yang tidak baik. Setan lebih suka manusia tersesat dan durhaka daripada memperoleh petunjuk dan pertolongan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto