Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 4 - Surat Al-Ḥadīd (Besi)
الحديد
Ayat 4 / 29 •  Surat 57 / 114 •  Halaman 538 •  Quarter Hizb 54.5 •  Juz 27 •  Manzil 7 • Madaniyah

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ

Huwal-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmin ṡummastawā ‘alal-‘arsy(i), ya‘lamu mā yaliju fil-arḍi wa mā yakhruju minhā wa mā yanzilu minas-samā'i wa mā ya‘ruju fīhā, wa huwa ma‘akum aina mā kuntum, wallāhu bimā ta‘malūna baṣīr(un).

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻArasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana.710) Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Makna Surat Al-Hadid Ayat 4
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dialah yang menciptakan langit dan bumi beserta semua yang ada di dalam dan di antara keduanya dalam enam masa; kemudian setelah penciptaan itu Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur urusan makhluk-Nya. Apa saja yang terjadi pada ciptaan-Nya tidak pernah luput dari pengetahuan-Nya. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, seperti hewan yang menyusup, dan apa yang keluar dari dalamnya, seperti tanaman yang tumbuh. Dia mengetahui pula apa yang turun dari langit, seperti air hujan, dan apa yang naik ke sana, seperti kebajikan dan doa manusia. Wajib diyakini bahwa Allah itu ada dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan; tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan, bahwa Allah menciptakan langit dan bumi beserta semua yang terdapat pada keduanya. Dialah yang mengaturnya dengan sistem yang telah ditentukan-Nya dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arasy yang sesuai dengan kebesaran dan kesucian-Nya. Dari sanalah diatur seluruh kerajaan dengan hikmat dan bijaksana. Dianugerahkan-Nya kepada sebagian hamba-hamba-Nya petunjuk-petunjuk yang dapat membawa mereka kepada jalan yang sempurna untuk mengabdi dan bersyukur kepada-Nya sehingga mereka dapat hidup bahagia di dunia dan di akhirat.

Dia mengetahui semua makhluk-Nya yang masuk ke dalam bumi, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya dan Dia pun mengetahui apa-apa yang keluar dari bumi, yang berupa tumbuh-tumbuhan, tanam-tanaman dan buah-buahan serta benda yang berupa emas, perak, minyak bumi dan lain-lain sebagainya. Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

۞ وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ اِلَّا هُوَۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ ٥٩

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauḥ Maḥfūẓ). (al-An‘ām/6: 59)

Allah mengetahui apa yang turun dari langit seperti hujan, malaikat dan amal perbuatan yang baik, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut ini:

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعِزَّةَ فَلِلّٰهِ الْعِزَّةُ جَمِيْعًاۗ اِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهٗ ۗوَالَّذِيْنَ يَمْكُرُوْنَ السَّيِّاٰتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۗوَمَكْرُ اُولٰۤىِٕكَ هُوَ يَبُوْرُ ١٠

Barang siapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (Fāṭir/35: 10)

Allah melihat segala perbuatan manusia di mana pun ia berada. Dia mengawasi manusia, mendengar perkataannya, mengetahui apa-apa yang manusia sembunyikan dan yang tergerak dalam hatinya, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut ini:

سَوَاۤءٌ مِّنْكُمْ مَّنْ اَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهٖ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍۢ بِالَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِالنَّهَارِ ١٠

Sama saja (bagi Allah), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya; dan siapa yang bersembunyi pada malam hari dan yang berjalan pada siang hari. (ar-Ra‘d/13: 10)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Awwalu wal-Ākhiru اَلأَوَّلُ وَاْلآخِرُ (al-Ḥadīd/57: 3)

Kata al-awwal terambil dari kata āla-ya'ūlu-aulan yang berarti kembali. Kata awwal berarti yang pertama, dan ia disebut demikian karena seluruh bilangan itu kembali atau bermula darinya. Dari kata tersebut diambil kata awwala yang berarti menakwili. Kata al-awwal ini adalah salah satu dari Asmā'ullāh al-Ḥusnā. Sedangkan kata al-ākhir secara harfiah berarti yang terakhir. Darinya diambil kata akhkhara yang berarti menangguhkan, atau mengakhirkan. Kedua kata ini disebutkan secara beriringan di dua tempat dalam Al-Qur’an. Ada beberapa riwayat mengenai nama al-awwal dan al-ākhir. Imam Aḥmad meriwayatkan dari Abū Hurairah tentang doa Rasulullah ketika hendak tidur, yang di dalamnya disebutkan, “Engkaulah Yang Mahaawal, tiada sesuatu sebelum-Mu, dan Engkaulah Yang Mahaakhir, tiada sesuatu sesudah-Mu.”

2. Aẓ-Ẓāhiru wal-Bāṭinu اَلظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ (al-Ḥadīd/57: 3)

Kata aẓ-ẓāhir adalah isim fā‘il dari kata ẓahara-yaẓharu-ẓuhūra n yang berarti muncul, tampak, terang, dan lahir. Darinya diambil kalimat ẓahara ‘alas sirri yang berarti ia mengetahui rahasia. Dan kalimat ẓaharal-jabala berarti ia mendaki gunung. Dan dari kata ini diambil kata aẓ-ẓāhir, salah satu Asmā'ullah al-Ḥusna, yang berarti Yang Mahatampak. Allah aẓ-Ẓāhir berarti Allah Mahanyata. Dialah yang nyata keberadaan-Nya sesuai tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dia Mahanyata dibanding segala sesuatu selain-Nya. Sedangkan kata al-bāṭin terambil dari kata baṭana-yabṭunu-baṭnan yang berarti samar dan tersembunyi. Kata baṭnun berarti bagian dalam sesuatu. Dari kata tersebut diambil kalimat baṭanal-wadiya yang berarti ia masuk ke dalam lembah. Dari kata ini diambil kata biṭānah yang berarti teman pemegang rahasia, sebagaimana dalam firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu.” (Āli ‘Imrān/3: 118)

Mengenai makna nama Allah aẓ-Ẓāhir dan al-Bāṭin, Imam al-Bukhārī meriwayatkan dari Yahya, ia berkata, “Allah adalah aẓ-Ẓāhir, yang Mahanyata di atas segala sesuatu dari segi pengetahuan, dan juga al-Bāṭin, Yang Maha Tersembunyi di atas segala sesuatu dari segi pengetahuan.” Imam Aḥmad juga meriwayatkan hadis dari Abū Hurairah tentang doa Rasulullah hendak tidur, yang di dalamnya disebutkan, “Engkaulah Yang Maha Ẓāhir, tiada sesuatu di atasmu-Mu, dan Engkaulah Yang Maha Bāṭin, tiada sesuatu di bawah-Mu.”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto