Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 10 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 10 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 333 •  Quarter Hizb 34 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

ذٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدٰكَ وَاَنَّ اللّٰهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ ࣖ

Żālika bimā qaddamat yadāka wa annallāha laisa biẓallāmil lil-‘abīd(i).

(Akan dikatakan kepadanya,) “Hal itu disebabkan apa yang dahulu kamu lakukan dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.”

Makna Surat Al-Hajj Ayat 10
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada hari Kiamat akan dikatakan kepada orang kafir, “Hukuman itu diberikan kepada kamu, karena perbuatan yang dilakukan dahulu oleh kedua tanganmu, menolak agama Allah dan berusaha menyesatkan manusia dari jalan-Nya, dan Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya dengan menghukum mereka yang tidak bersalah.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa azab yang diterima oleh orang-orang kafir itu adalah seimbang dengan perbuatan mungkar yang pernah mereka kerjakan di dunia dahulu, sesuai dengan firman Allah:

لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰى

Di a akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (an-Najm/53: 31)

Allah mengazab manusia yang durhaka itu bukanlah karena Dia bermaksud untuk menganiaya hamba-Nya, tetapi semata-mata karena dosa hamba-hamba itu sendiri, mengazab mereka yang berdosa sesuai dengan keadilan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

1. Yujādilu يُجَادِلُ (al-Ḥajj/22: 8 )

Kata yujādilu diambil dari kata mujādalatan/jadlan, yang berarti perbantahan, atau perdebatan. Kata yujādilu fi’il māḍinya jādala berarti membantah, perbantahan atau mendebat.

Maksud kata yujādilu dalam ayat ini membantah tentang Allah tanpa ilmu atau petunjuk dari kitab Al-Qur’an. Pembantahan itu dilakukan dengan sikap keras kepala hanya berdasarkan hasil pengembangan nalar atau jiwa seseorang manusia.

2. Ṡāniya ‘Iṭfihi ثَانِيَ عِطْفِهِ (al-Ḥajj/22: 9)

Kata ṡāniya terambil dari akar kata ṡanā – yaṡnī – ṡanyan berarti melipat, memutar dan membelokkan, dan ‘iṭfihi dari kata ‘aṭafa – ya’ṭifu – ‘aṭfan/’uṭufan yang berarti cenderung. Kata ‘iṭfi berarti bagian samping sesuatu, atau arah ketika sampai ke pusar atau pertengahan punggung. Yang dimaksud oleh ayat ini dengan gabungan kedua kata tersebut yaitu ṡāniya ‘iṭfihi adalah bersifat angkuh, karena biasanya seseorang yang angkuh memalingkan badan/wajahnya, enggan melihat orang atau apa yang dinilainya remeh.

3. ‘Ażābal-ḥarīq عَذَابَ الْحَرِيْقِ(al- ajj/22: 9 )

Kata ‘azāb sudah dijelaskan ketika menjelaskan pengertian ‘ażāb as-sa ‘īr, yakni berarti keadaan yang memberati pundak seseorang dan digunakan untuk menyebut segala sesuatu yang menimbulkan kesulitan, seperti penjatuhan sanksi.

Kata al-ḥarīq berarti kebakaran adalah sifat musyabbahah bi isim fa’il dari ḥaraqa – yaḥruqu – ḥarqan, yang berarti membakar. Jadi yang dimaksud ‘ażābal-ḥarīq dalam ayat ini adalah ‘ażāb neraka yang membakar yang disiapkan bagi orang-orang yang angkuh.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto