Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 14 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 14 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 333 •  Quarter Hizb 34 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۗ اِنَّ اللّٰهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ

Innallāha yudkhilul-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti jannātin tajrī min taḥtihal-anhār(u), innallāha yaf‘alu mā yurīd(u).

Sesungguhnya Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 14
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Berbeda dengan perlakuan Allah terhadap orang kafir dan murtad di atas, sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman yang menjaga imannya hingga akhir hayat dan mengerjakan kebajikan dengan ikhlas ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai sebagai kenikmatan yang tiada terhingga. Sungguh, Allah berbuat apa yang Dia kehendaki kepada hamba-hamba-Nya dengan adil.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Terhadap orang-orang yang hanya menyembah Allah semata, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mengikuti ajaran yang disampaikan Nabi-Nya, mengerjakan amal-amal yang saleh, maka Allah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka, dengan menyediakan tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dengan pohon-pohon yang rindang dan menyejukkan, sebagai balasan dari Allah atas semua ibadah dan amal saleh yang telah mereka lakukan itu. Karunia yang berupa kebahagiaan hidup itu mereka nikmati untuk selama-lamanya.

Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang melakukan sesuatu menurut kehendak-Nya sendiri, akan memberikan kemuliaan bagi orang-orang yang beriman dan menaati-Nya serta akan memberikan kehinaan dan kesengsaraan bagi orang-orang ingkar dan durhaka kepada-Nya. Tidak ada sesuatu pun yang dapat merubah, menambah, mengurangi atau menghilangkan ketetapan-ketetapan dan kekuasaan-Nya itu.

Isi Kandungan Kosakata

1. ‘Alā Ḥarfin عَلَى حَرْفٍ(al-Ḥajj/22: 11 )

Kata ḥarfin adalah bentuk maṣdar (kata jadian) dari ḥarafa – yaḥrifu – ḥarfan, yang berarti membelokkan, memalingkan. Kata ḥarfin berarti pinggir atau ujung sesuatu, baik sesuatu itu berada di puncak, maupun di tempat yang datar. Dengan demikian, maka makna ‘alā ḥarfin adalah membelokkan, atau berpaling dari ajaran Islam, sehingga keberadaan orang yang berpaling itu dipinggir satu tempat yang tinggi. Ajaran Islam digambarkan sebagai suatu jalan yang tinggi dan lebar lagi memiliki sifat moderasi/pertengahan. Yang bersangkutan enggan berada ditengah, tetapi memilih daerah pinggiran sehingga ketika terjadi cobaan, ia kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh ke bawah.

2. al-Khusrānul-mubīn اَلْخُسْرَانُ الْمُبِيْنَ (al-Ḥajj/22: 11 )

Kata al-khusrān adalah bentuk maṣdar (kata jadian) dari khasira– yakhsaru–khusran/khasārat an/khusrānan, yang berarti rugi, menderita kerugian. Kata khusrān dengan berbagai kata turunannya dipergunakan untuk menunjukkan berkurangnya modal, seperti kerugian dalam perniagaan. Kemudian kata khusrān/khusr dipakai untuk menunjukkan keadaan manusia. Dengan demikian dikenallah kerugian secara material, seperti kerugian harta dan kerugian keduniaan. Juga, kerugian yang bersifat inmateri seperti kejahatan, keselamatan, akal, iman dan pahala.

Beberapa kerugian yang dikemukakan Al-Qur’an ternyata tidak selalu identik dengan persoalan kehidupan di dunia, tetapi lebih ditekankan pada hal-hal spritual dan ukhrawi yang sifatnya iman seperti yang terdapat pada ayat tersebut di atas. Kata al-mubīn berarti “yang nyata, dan yang terang.”

Jadi maksud al-khusrānul-mubīn pada ayat di atas adalah kerugian yang nyata, yakni rugilah orang munafik atau orang yang sangat lemah imannya di dunia, karena dengan demikian ia tidak memperoleh apa yang diharapkannya, bahkan kehilangan ketenangan, dan rugi pula ia di akhirat, karena sikapnya itu mengakibatkan ia tidak memperoleh anugerah Allah, bahkan mengakibatkan ia disiksa. Yang demikian itu, yakni kerugian ganda itu adalah kerugian besar yang nyata.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto