Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Al-Ḥajj (Haji)
الحجّ
Ayat 17 / 78 •  Surat 22 / 114 •  Halaman 334 •  Quarter Hizb 34 •  Juz 17 •  Manzil 4 • Madaniyah

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَادُوْا وَالصَّابِـِٕيْنَ وَالنَّصٰرٰى وَالْمَجُوْسَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا ۖاِنَّ اللّٰهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ

Innal-lażīna āmanū wal-lażīna hādū waṣ-ṣābi'īna wan-naṣārā wal-majūsa wal-lażīna asyrakū, innallāha yafṣilu bainahum yaumal-qiyāmah(ti), innallāha ‘alā kulli syai'in syahīd(un).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabiin, Nasrani, Majusi, dan orang-orang yang menyekutukan Allah akan Allah berikan keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sesungguhnya Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.

Makna Surat Al-Hajj Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dalam kehidupan dunia perbedaan agama dan keyakinan itu kadang-kadang tidak terlihat pengaruhnya terhadap keberhasilan dan kegagalan hidup, tetapi berbeda dengan di akhirat. Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabiin, orang Nasrani, orang Majusi dan orang musyrik, nasib mereka di akhirat berbeda. Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat, orang beriman mendapat rida Allah dan masuk surga, sedangkan orang-orang yang tidak ber-iman mendapat murka Allah dan masuk neraka. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu yang terjadi pada diri mereka selama hidup di dunia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa semua orang yang beriman, Yahudi, Ṣābi’īn, Nasrani, Majūsi dan musyrik, akan diberi keputusan yang adil oleh Allah pada hari Kiamat.

Orang-orang yang beriman dalam ayat ini ialah orang-orang yang beriman kepada apa yang diajarkan Nabi Muhammad saw, yaitu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul yang telah diutus-Nya, hari Kiamat dan kepada adanya kadar baik dan kadar buruk. Yang dimaksud dengan orang-orang Yahudi ialah anak cucu Nabi Yakub a,s yang berkembangbiak di Mesir kemudian dibawa kembali oleh Nabi Musa a.s ke Palestina. Mereka adalah pengikut Nabi Musa a.s dan ajaran-ajarannya termuat dalam kitab Taurat. Ṣābi’īn ialah orang-orang yang mengakui keesaan Allah tetapi mereka bukan mukmin, bukan Yahudi dan bukan pula Nasrani. Orang-orang Nasrani ialah pengikut-pengikut Nabi Isa a.s dengan kitab suci mereka Injil. Dan mereka yang syirik, yaitu yang menyembah selain Allah, baik berupa benda, manusia atau berhala, seperti yang disembah kaum musyrikin Mekah sebelum Islam. Terhadap semua golongan di atas Allah akan memberikan keputusan dengan adil di hari Kiamat, siapa yang benar-benar mengikuti Allah dan rasul-rasul-Nya selama hidup di dunia, dan siapa pula yang mengada-ada sesuatu dalam agama Allah dan siapa pula yang mengingkari agama Allah itu.

Keadilan yang sebenarnya belum didapat lagi oleh manusia selama hidup di dunia yang fana ini. Betapa banyak orang yang dengan kehendak hatinya mengubah-ubah agama Allah lalu dipaksakannya agama itu agar diikuti oleh orang-orang lain. Betapa banyaknya agama-agama yang menyimpang dari ajaran Allah, tetapi agama itu dapat hidup dan subur dengan pengikut-pengikutnya yang banyak, sehingga jika dilihat sepintas lalu agama itulah yang benar dan diridai Allah, sebaliknya agama Allah sendiri hanya dianut oleh mereka yang terhimpit kemiskinan serta tidak mempunyai kekuasaan sedikitpun atau tertindas di dalam negerinya, seakan-akan agama itu bukanlah agama yang diridai Allah. Semuanya itu belum memperoleh keadilan yang sebenarnya selama hidup di dunia. Karena itu di akhirat nanti Allah akan memberikan keadilan yang sesungguhnya. Semuanya akan mendapat balasan sesuai dengan iman, amal dan perbuatan yang telah dikerjakannya.

Menetapkan keputusan dengan adil dan melaksanakan keadilan itu bukanlah suatu yang mustahil bagi Allah, karena Allah Mahakuasa terhadap semua makhluk-Nya, Dia menyaksikan dan mengetahui segala perbuatan dan apa saja yang terjadi atas makhluk, baik yang nampak maupun yang tidak nampak, baik yang besar atau pun yang kecil, bahkan Dia mengetahui segala yang tergores di dalam hati.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Majūsi اَلْمَجُوْسِ (al-Ḥajj/22: 17 )

Kata al-Majūsi dikenal sebagai orang-orang yang percaya dan mengikuti ajaran Zaradasyt, namun sejarah dan masa hidup tokoh ini tidak jelas. Ada yang menduga sekitar enam abad sebelum masehi. Kitab sucinya pun telah tiada setelah Alexander The Great menguasai Iran, walau kemudian ditulis kembali pada masa raja-raja Sasan dan dinamai Zandavesta. Penganut kepercayaan ini bersekte-sekte, namun pada prinsipnya mereka mengakui adanya dua penguasa dan pengatur alam raya, pengatur kebaikan dan kejahatan. Yakni tuhan cahaya yang bernama Yazdan atau Ahuramazda, dan tuhan gelap yaitu Ahrumun. Mereka meyakini adanya malaikat-malaikat serta berusaha mendekatkan diri kepadanya, tetapi mereka tidak menyembah berhala, mereka menyembah api. Penganut agama ini, pada masa lalu banyak bermukim di Iran, India dan Cina.

2. Yafṣilu Bainahum يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ(al-Ḥa jj/22: 17)

Kata yafṣilu adalah bentuk muḍāri’ dari faṣala-yafṣilu-faṣlan, yang berarti menceraikan, memberi putusan. Jadi makna kata yafṣilu bainahum dalam ayat di atas adalah Ia (Allah) memberi putusan di antara mereka (semua penganut agama dan kepercayaan yang berselisih satu sama lain itu) pada hari kiamat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto