لَىِٕنْ اُخْرِجُوْا لَا يَخْرُجُوْنَ مَعَهُمْۚ وَلَىِٕنْ قُوْتِلُوْا لَا يَنْصُرُوْنَهُمْۚ وَلَىِٕنْ نَّصَرُوْهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْاَدْبَارَۙ ثُمَّ لَا يُنْصَرُوْنَ
La'in ukhrijū lā yakhrujūna ma‘ahum, wa la'in qūtilū lā yanṣurūnahum, wa la'in naṣarūhum layuwallunnal-adbār(a), ṡumma lā yunṣarūn(a).
Jika mereka benar-benar diusir, orang-orang (munafik) itu tidak akan keluar bersama mereka. Jika mereka benar-benar diperangi, orang-orang (munafik) itu tidak akan menolongnya. Kalaupun menolongnya, niscaya orang-orang (munafik) itu akan berpaling (untuk lari) ke belakang, kemudian mereka tidak akan ditolong.
Orang-orang munafik itu adalah benar-benar pendusta. Allah menjelaskan kebohongan janji mereka terhadap Bani Nadir. Sungguh, jika mereka, Bani Nadir, diusir, dari Madinah, orang-orang munafik itu tidak akan keluar dari Madinah bersama mereka; dan jika mereka, Bani Nadir, diperangi oleh kaum muslim karena mereka berkhianat; mereka juga, orang-orang munafik itu, tidak akan menolong sekutu-nya, Bani Nadir; dan kalau pun mereka menolongnya dengan mengerahkan pasukan, pastilah mereka, orang-orang munafik itu, akan berpaling lari ke belakang, berbalik arah untuk kembali ke tempat semula sehingga bantuan pasukan itu tidak terjadi. Kemudian nasib mereka di akhirat ketika mereka membutuhkan pertolongan Allah tidak akan mendapat pertolongan dalam bentuk apa pun sehingga mereka kekal dalam kerak neraka.13. Orang munafik itu bersikap demikian karena kamu, kaum muslim, benar-benar lebih ditakuti dalam hati mereka, orang-orang munafik, daripada Allah. Mereka sangat takut kekufurannya diketahui oleh kaum muslim. Jika mereka benar-benar membantu Bani Nadir, maka permusuhannya kepada kaum muslim terbongkar. Yang demikian itu, sikap orang munafik yang lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa mereka hanya bisa bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bisa bersembunyi dari Allah.
Pada ayat ini Allah menegaskan kebenaran kembali pemberitaan akan terjadinya suatu peristiwa pada masa yang akan datang dengan menyatakan bahwa sebenarnya jika Bani Naḍīr itu diusir dari kota Medinah, tidak ada orang munafik yang ikut bersama mereka. Demikian pula jika Muhammad saw memerangi Bani Naḍīr, mereka pun tidak akan memberikan pertolongan dan Bani Naḍīr akan kalah, karena Allah tidak memberi pertolongan kepada mereka.
1. Rahbah رَهْبَةٌ (al-Ḥasyr/59: 13)
Kata rahbah merupakan bentuk isim maṣdar dari fi‘il rahiba-yarhabu-rahbatan wa ruhban wa rahaban wa ruhbānan yang artinya takut. Asyaddu rahbah artinya lebih menakutkan atau lebih ditakuti. Pada ayat 13, Allah menerangkan bahwa sesungguhnya dalam hati mereka, orang-orang munafik, benar-benar lebih takut kepada kaum Muslimin daripada Allah, sehingga mereka tidak menepati janji mereka untuk menolong orang Yahudi Bani Naḍīr ketika diusir Nabi Muhammad. Bani Naḍīr diusir oleh Nabi Muhammad dan harus meninggalkan Medinah karena merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw ketika beliau berkunjung bersama para sahabatnya ke perkampungan mereka, tetapi rencana itu gagal. Sebagai hukuman terhadap mereka, seluruh anggota Bani Naḍīr harus keluar dari Medinah (Surah al-Ḥasyr/59: 2), maka mereka pergi ke Najran. Orang-orang munafik yang lebih takut kepada Nabi dan kaum Muslimin daripada kepada Allah, tidak berbuat apa-apa untuk menolong Bani Naḍīr meskipun mereka telah berjanji akan bekerjasama dan saling membantu dengan Bani Naḍīr.
2. Muḥaṣṣanah مُحَصَّنَةٌ (al-Ḥasyr/59: 14)
Kata muḥaṣṣanah merupakan bentuk isim maf‘ūl dari fi‘il ḥaṣṣana-yuḥaṣṣin u-taḥṣīnan artinya memperkuat, membentengi. Muḥaṣṣanah artinya yang diperkuat, yang dibentengi. Pada ayat 14 surah ini, Allah menerangkan sikap orang-orang munafik yaitu mereka tidak akan memerangi kamu secara bersama-sama kecuali di negeri yang berbenteng atau dari balik tembok. Jadi orang-orang munafik itu sebetulnya tidak berani berperang menghadapi kaum Muslimin karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar menghadapi kaum Muslimin. Mereka hanya berani berperang di balik benteng-benteng yang kuat dan kokoh saja, atau dalam rumah mereka dari balik tembok.















































