Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 13 - Surat Al-Ḥasyr (Pengusiran)
الحشر
Ayat 13 / 24 •  Surat 59 / 114 •  Halaman 547 •  Quarter Hizb 55.5 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

لَاَنْتُمْ اَشَدُّ رَهْبَةً فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنَ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ

La'antum asyaddu rahbatan fī ṣudūrihim minallāh(i), żālika bi'annahum qaumul lā yafqahūn(a).

Kamu (kaum yang beriman) benar-benar lebih ditakuti di dalam hati mereka daripada Allah. Hal itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengerti.

Makna Surat Al-Hasyr Ayat 13
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang munafik itu bersikap demikian karena kamu, kaum muslim, benar-benar lebih ditakuti dalam hati mereka, orang-orang munafik, daripada Allah. Mereka sangat takut kekufurannya diketahui oleh kaum muslim. Jika mereka benar-benar membantu Bani Nadir, maka permusuhannya kepada kaum muslim terbongkar. Yang demikian itu, sikap orang munafik yang lebih takut kepada manusia daripada takut kepada Allah, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa mereka hanya bisa bersembunyi dari manusia, tetapi tidak bisa bersembunyi dari Allah.14. Karena lebih takut kepada kaum muslim daripada kepada Allah, mereka, orang-orang munafik itu, tidak akan pernah berani memerangi kamu secara terbuka bersama-sama menggabungkan dua kekuatan, yaitu orang-orang munafik Bani ‘Auf dan Yahudi Bani Nadir, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng agar mereka bisa berlindung di dalamnya atau di balik tembok dengan cara bergerilya. Permusuhan antara sesama mereka orang-orang munafik Bani ‘Auf dan antara Bani ‘Auf dengan Yahudi Bani Nadir sangat hebat. Kamu, kaum muslim, jika melihat mereka sepintas, akan mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal jika kamu memperhatikan keadaan mereka lebih dalam, kamu akan menemukan bahwa hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu, perbedaan penampilan luar dan keadaan hati mereka, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa inti kekuatan persatuan dan kesatuan itu tidak terletak pada penampilan, tetapi pada kesatuan rasa dan keterpautan hati dalam kekuatan iman.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan bahwa sebab-sebab orang munafik tidak menepati janjinya menolong Bani Naḍīr, sebagaimana yang telah mereka sepakati, adalah karena mereka lebih takut kepada kaum Muslimin daripada kepada Allah. Oleh karena itu, mereka tidak berani melawan kaum Muslimin, meskipun mereka bersama Bani Naḍīr.

Ayat ini menunjukkan apa yang terkandung dalam hati orang-orang munafik. Mereka tidak percaya kepada kekuasaan dan kebesaran Allah. Hal terpenting bagi mereka ialah keselamatan diri dan harta benda mereka masing-masing. Untuk keselamatan itu, mereka melakukan apa yang mungkin dilakukan, seperti perbuatan nifaq, kepada Rasulullah mereka menyatakan termasuk orang-orang yang beriman, sedang kepada Bani Naḍīr mereka menyatakan senasib dan sepenanggungan dalam menghadapi kaum Muslimin.

Di samping itu, mereka tidak mau memahami ajaran yang disampaikan Rasulullah kepada mereka. Apakah ajaran itu benar atau tidak, bagi mereka, yang menentukan segala sesuatu hanyalah harta benda dan kekayaan. Oleh karena itu, tampak dalam sikap mereka ketika menghadapi kesulitan, mereka tidak mempunyai pegangan, dan terombang-ambing ke sana ke mari. Mereka lebih takut kepada manusia daripada Allah. Firman Allah:

فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّٰهِ اَوْ اَشَدَّ خَشْيَةً

Ketika mereka diwajibkan berperang, tiba-tiba sebagian mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut (dari itu). (an-Nisā’/4: 77)

Isi Kandungan Kosakata

1. Rahbah رَهْبَةٌ (al-Ḥasyr/59: 13)

Kata rahbah merupakan bentuk isim maṣdar dari fi‘il rahiba-yarhabu-rahbatan wa ruhban wa rahaban wa ruhbānan yang artinya takut. Asyaddu rahbah artinya lebih menakutkan atau lebih ditakuti. Pada ayat 13, Allah menerangkan bahwa sesungguhnya dalam hati mereka, orang-orang munafik, benar-benar lebih takut kepada kaum Muslimin daripada Allah, sehingga mereka tidak menepati janji mereka untuk menolong orang Yahudi Bani Naḍīr ketika diusir Nabi Muhammad. Bani Naḍīr diusir oleh Nabi Muhammad dan harus meninggalkan Medinah karena merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw ketika beliau berkunjung bersama para sahabatnya ke perkampungan mereka, tetapi rencana itu gagal. Sebagai hukuman terhadap mereka, seluruh anggota Bani Naḍīr harus keluar dari Medinah (Surah al-Ḥasyr/59: 2), maka mereka pergi ke Najran. Orang-orang munafik yang lebih takut kepada Nabi dan kaum Muslimin daripada kepada Allah, tidak berbuat apa-apa untuk menolong Bani Naḍīr meskipun mereka telah berjanji akan bekerjasama dan saling membantu dengan Bani Naḍīr.

2. Muḥaṣṣanah مُحَصَّنَةٌ (al-Ḥasyr/59: 14)

Kata muḥaṣṣanah merupakan bentuk isim maf‘ūl dari fi‘il ḥaṣṣana-yuḥaṣṣin u-taḥṣīnan artinya memperkuat, membentengi. Muḥaṣṣanah artinya yang diperkuat, yang dibentengi. Pada ayat 14 surah ini, Allah menerangkan sikap orang-orang munafik yaitu mereka tidak akan memerangi kamu secara bersama-sama kecuali di negeri yang berbenteng atau dari balik tembok. Jadi orang-orang munafik itu sebetulnya tidak berani berperang menghadapi kaum Muslimin karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar menghadapi kaum Muslimin. Mereka hanya berani berperang di balik benteng-benteng yang kuat dan kokoh saja, atau dalam rumah mereka dari balik tembok.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto