Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 14 - Surat Al-Ḥasyr (Pengusiran)
الحشر
Ayat 14 / 24 •  Surat 59 / 114 •  Halaman 547 •  Quarter Hizb 55.5 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

لَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ جَمِيْعًا اِلَّا فِيْ قُرًى مُّحَصَّنَةٍ اَوْ مِنْ وَّرَاۤءِ جُدُرٍۗ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌ ۗ تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتّٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَۚ

Lā yuqātilūnakum jamī‘an illā fī quram muḥaṣṣanatin au miw warā'i judur(in), ba'suhum bainahum syadīd(un), taḥsabuhum jamī‘aw wa qulūbuhum syattā, żālika bi'annahum qaumul lā ya‘qilūn(a).

Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antar sesama mereka sangat hebat. Kamu mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal hati mereka terpecah belah. Hal itu disebabkan mereka kaum yang tidak berakal.

Makna Surat Al-Hasyr Ayat 14
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Karena lebih takut kepada kaum muslim daripada kepada Allah, mereka, orang-orang munafik itu, tidak akan pernah berani memerangi kamu secara terbuka bersama-sama menggabungkan dua kekuatan, yaitu orang-orang munafik Bani ‘Auf dan Yahudi Bani Nadir, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng agar mereka bisa berlindung di dalamnya atau di balik tembok dengan cara bergerilya. Permusuhan antara sesama mereka orang-orang munafik Bani ‘Auf dan antara Bani ‘Auf dengan Yahudi Bani Nadir sangat hebat. Kamu, kaum muslim, jika melihat mereka sepintas, akan mengira bahwa mereka itu bersatu, padahal jika kamu memperhatikan keadaan mereka lebih dalam, kamu akan menemukan bahwa hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu, perbedaan penampilan luar dan keadaan hati mereka, karena mereka orang-orang yang tidak mengerti bahwa inti kekuatan persatuan dan kesatuan itu tidak terletak pada penampilan, tetapi pada kesatuan rasa dan keterpautan hati dalam kekuatan iman.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan bahwa mental orang Yahudi dan orang munafik itu telah jatuh sedemikian rupa. Seandainya orang-orang munafik menepati janji mereka dan berperang bersama orang Yahudi Bani Naḍīr menghadapi kaum Muslimin, mereka pun tidak akan mampu menghadapinya, karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar terhadap kaum Muslimin. Seandainya mereka berperang juga, mereka hanya berperang di balik benteng-benteng yang kokoh yang telah mereka buat, di balik tembok rumah-rumah mereka, tidak berani keluar berhadapan dengan kaum Muslimin.

Pada akhir ayat ini diterangkan sebab lain yang menyebabkan mereka takut berperang menghadapi kaum Muslimin, yaitu di antara mereka sendiri terjadi pertentangan dan permusuhan yang hebat, tak ada persatuan di antara mereka.

Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa persatuan dan kesatuan itu merupakan syarat untuk mencapai kemenangan. Betapa pun kuatnya persenjataan, perlengkapan, dan kesatuan tentara, tidak akan ada artinya apabila mereka tidak bersatu dan tidak yakin akan tercapainya cita-cita mereka. Karena bangsa atau umat yang bersatu meskipun dengan perlengkapan yang memadai akan dapat mencapai segala yang mereka cita-citakan. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh umat manusia di mana pun mereka berada.

Sehubungan dengan perlu adanya keyakinan yang kuat, persatuan, dan kesatuan dalam menghadapi apa pun, Allah berfirman:

يٰٓاَيُّ هَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ ٤٥ وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ ٤٦

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu bertemu pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah banyak-banyak (berzikir dan berdoa) agar kamu beruntung. Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar. (al-Anfāl/8: 45-46)

Jika tertanam pada suatu bangsa iman yang kuat dan persatuan yang kokoh dan kesatuan tentara yang tak terpecahkan, niscaya mereka akan sanggup menghadapi segala macam kesukaran menghadapi musuh-musuh yang akan memerangi mereka. Allah berfirman:

قَالَ الَّذِيْنَ يَظُنُّوْنَ اَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللّٰهِ ۙ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيْلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيْرَةً ۢبِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ وَاللّٰهُ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Mereka yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, “Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah.” Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Baqarah/2: 249)

Sementara itu, Allah mengingatkan kaum Muslimin agar jangan sekali-kali terpengaruh oleh sesuatu yang kelihatannya baik seperti hubungan orang-orang munafik dengan Bani Naḍīr, mereka seakan-akan bersatu-padu menghadapi kaum Muslimin, padahal di antara mereka terdapat pertentangan dan permusuhan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Rahbah رَهْبَةٌ (al-Ḥasyr/59: 13)

Kata rahbah merupakan bentuk isim maṣdar dari fi‘il rahiba-yarhabu-rahbatan wa ruhban wa rahaban wa ruhbānan yang artinya takut. Asyaddu rahbah artinya lebih menakutkan atau lebih ditakuti. Pada ayat 13, Allah menerangkan bahwa sesungguhnya dalam hati mereka, orang-orang munafik, benar-benar lebih takut kepada kaum Muslimin daripada Allah, sehingga mereka tidak menepati janji mereka untuk menolong orang Yahudi Bani Naḍīr ketika diusir Nabi Muhammad. Bani Naḍīr diusir oleh Nabi Muhammad dan harus meninggalkan Medinah karena merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw ketika beliau berkunjung bersama para sahabatnya ke perkampungan mereka, tetapi rencana itu gagal. Sebagai hukuman terhadap mereka, seluruh anggota Bani Naḍīr harus keluar dari Medinah (Surah al-Ḥasyr/59: 2), maka mereka pergi ke Najran. Orang-orang munafik yang lebih takut kepada Nabi dan kaum Muslimin daripada kepada Allah, tidak berbuat apa-apa untuk menolong Bani Naḍīr meskipun mereka telah berjanji akan bekerjasama dan saling membantu dengan Bani Naḍīr.

2. Muḥaṣṣanah مُحَصَّنَةٌ (al-Ḥasyr/59: 14)

Kata muḥaṣṣanah merupakan bentuk isim maf‘ūl dari fi‘il ḥaṣṣana-yuḥaṣṣin u-taḥṣīnan artinya memperkuat, membentengi. Muḥaṣṣanah artinya yang diperkuat, yang dibentengi. Pada ayat 14 surah ini, Allah menerangkan sikap orang-orang munafik yaitu mereka tidak akan memerangi kamu secara bersama-sama kecuali di negeri yang berbenteng atau dari balik tembok. Jadi orang-orang munafik itu sebetulnya tidak berani berperang menghadapi kaum Muslimin karena dalam hati mereka telah timbul rasa takut dan gentar menghadapi kaum Muslimin. Mereka hanya berani berperang di balik benteng-benteng yang kuat dan kokoh saja, atau dalam rumah mereka dari balik tembok.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto