Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 58 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 58 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 265 •  Quarter Hizb 27.25 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

قَالُوْٓا اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ

Qālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn(a).

Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (untuk menyiksanya),

Makna Surat Al-Hijr Ayat 58
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Mereka menjawab, “Selain membawa berita gembira tentang kelahiran anakmu, sesungguhnya kami juga diutus oleh Allah kepada kaum Nabi Lut yang berdosa dan durhaka. Kami diutus untuk membinasakan mereka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah Ibrahim yakin bahwa para tamunya adalah malaikat, timbul pertanyaan di benaknya kenapa yang datang beberapa malaikat, padahal biasanya hanya satu yang datang. Jika yang datang beberapa malaikat, tentu tugas yang dipikulnya sangat besar. Beliau lalu bertanya kepada malaikat tentang tugas yang diberikan Allah kepada mereka. Malaikat pun menjawab bahwa mereka ditugaskan untuk mengazab kaum yang berdosa, yaitu kaum Luṭ yang telah durhaka kepada Allah dan mengingkari seruan rasul yang diutus kepada mereka.

Setelah Ibrahim yakin bahwa para tamunya adalah malaikat, timbul pertanyaan di benaknya kenapa yang datang beberapa malaikat, padahal biasanya hanya satu yang datang. Jika yang datang beberapa malaikat, tentu tugas yang dipikulnya sangat besar. Beliau lalu bertanya kepada malaikat tentang tugas yang diberikan Allah kepada mereka. Malaikat pun menjawab bahwa mereka ditugaskan untuk mengazab kaum yang berdosa, yaitu kaum Luṭ yang telah durhaka kepada Allah dan mengingkari seruan rasul yang diutus kepada mereka.

Isi Kandungan Kosakata

al-Qāniṭin اَلْقَانِطِيْن َ (al-Ḥijr/15: 55)

Akar kata dari (ق – ن - ط) mempunyai arti putus asa atau putus harapan. Dikatakan qanaṭa-yaqniṭu, atau qaniṭa-yaqnaṭu. Masdarnya qunūṭan dan qanāṭatan. Pada ayat ini Allah melarang Nabi Ibrahim untuk putus asa dari rahmat Allah yaitu lahirnya seorang anak. Padahal dia sudah tua begitu juga dengan isterinya. Secara lahiriah dan kebiasaan orang yang sudah tua memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dapat anak. Tapi walau demikian Allah melarang Nabi Ibrahim berputus asa. Dengan pernyataan ini manusia mestinya terus merasa optimis terhadap rahmat Allah, karena Allah bisa saja melakukan sesuatu apa pun walaupun di luar perhitungan manusia. Bahkan orang yang berputus asa dianggap sebagai orang yang sesat. karena Rahmat Allah sangatlah luas.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto