Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 52 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 52 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 265 •  Quarter Hizb 27.25 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًاۗ قَالَ اِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُوْنَ

Iż dakhalū ‘alaihi fa qālū salāmā(n), qāla innā minkum wajilūn(a).

ketika mereka berkunjung ke (kediaman)-nya, lalu mengucapkan, “Salam.” Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu.”398)

Makna Surat Al-Hijr Ayat 52
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kabarkanlah bagaimana ketika mereka masuk ke tempatnya, yaitu rumah Nabi Ibrahim, lalu mereka mengucapkan, ‘Salam’ kepadanya. Nabi Ibrahim pun menjawab, “Salam”. Tidak lama kemudian Nabi Ibrahim menyuguhkan daging sapi muda yang dipanggang. Tidak satu pun dari para tamu itu menjamah suguhan Nabi Ibrahim. Ini merupakan hal yang tidak wajar. Melihat keanehan itu, Dia (Ibrahim) berkata, “Kami, yakni aku dan istriku, benar-benar merasa takut kepadamu.” (Lihat: Surah Hud/11: 70)

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan keadaan Nabi Ibrahim ketika kedatangan tamu yang tidak dikenal dan tidak diundang. Para tamu itu masuk dan mengucapkan salam. Karena tidak mengenal para tamunya, Nabi Ibrahim mengatakan bahwa ia takut kepada mereka. Penyebab ketakutan Ibrahim dijelaskan dalam ayat yang lain. Allah swt berfirman:

فَلَمَّا رَآٰ اَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ اِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمِ لُوْطٍۗ ٧٠

Maka ketika dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, ”Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Luṭ.” (Hūd/11: 70)

Menurut ayat ini, Ibrahim merasa takut kepada tamunya karena mereka tidak mau memakan daging anak lembu yang dipanggang dan disuguhkan kepada mereka. Menurut kebiasaan, tamu yang tidak mau memakan suguhan yang dihidangkan kepadanya adalah tamu yang datang untuk maksud jahat atau bisa juga berarti bahwa tamu itu curiga dengan niat baik tuan rumah.

Isi Kandungan Kosakata

al-Qāniṭin اَلْقَانِطِيْن َ (al-Ḥijr/15: 55)

Akar kata dari (ق – ن - ط) mempunyai arti putus asa atau putus harapan. Dikatakan qanaṭa-yaqniṭu, atau qaniṭa-yaqnaṭu. Masdarnya qunūṭan dan qanāṭatan. Pada ayat ini Allah melarang Nabi Ibrahim untuk putus asa dari rahmat Allah yaitu lahirnya seorang anak. Padahal dia sudah tua begitu juga dengan isterinya. Secara lahiriah dan kebiasaan orang yang sudah tua memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk dapat anak. Tapi walau demikian Allah melarang Nabi Ibrahim berputus asa. Dengan pernyataan ini manusia mestinya terus merasa optimis terhadap rahmat Allah, karena Allah bisa saja melakukan sesuatu apa pun walaupun di luar perhitungan manusia. Bahkan orang yang berputus asa dianggap sebagai orang yang sesat. karena Rahmat Allah sangatlah luas.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto