Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 87 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 87 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 266 •  Quarter Hizb 27.25 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ

Wa laqad ātaināka sab‘am minal-maṡānī wal-qur'ānal-‘aẓīm(a).

Sungguh, Kami benar-benar menganugerahkan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang408) dan Al-Qur’an yang agung.

Makna Surat Al-Hijr Ayat 87
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah pada ayat-ayat sebelumnya Allah mengisahkan hinaan kaum pendurhaka kepada para rasul Allah dan siksaan yang ditimpakanNya kepada mereka, dalam ayat ini Allah menjelaskan anugerah yang diberikan-Nya kepada Nabi Muhammad. Allah berfirman, “Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dalam salat, yaitu Surah al-Fatihah dan ayat-ayat lain dari Al-Qur'an yang agung.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan kepada Nabi Muhammad “as-sab’ul-maṡānī” (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan Al-Qur’an yang agung. Tidak diterangkan dalam ayat ini yang dimaksud dengan “as-sab’ul-maṡānī” dan “Al-Qur’an yang agung itu”. Tetapi, ada hadis menerangkan bahwa yang dimaksud dengan as-sab’ul maṡānī dan Al-Qur’an yang agung itu ialah Surah al-Fātiḥah. Hadis itu ialah:

عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الْمُعَلَّى قَالَ: مَرَّ بِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا أُصَلِّى فَدَعَانِيْ فَلَمْ اٰتِهِ حَتَّى صَلَّيْتُ فَأَتَيْتُهُ فَقَالَ: مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْتِيَنِيْ فَقُلْتُ كُنْتُ أُصَلِّى فَقَالَ: اَلَمْ يَقُلِ اللّٰهُ: يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا ِللهِ وَ لِلرَّسُوْلِ ثُمَّ قَالَ: اَلاَ أُعَلِّمُكَ اَعْظَمَ سُوْرَةٍ فِى الْقُرْاٰنِ قَبْلَ اَنْ اَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ فَذَهَبَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَخْرُجَ فَذَكَرْتُهُ فَقَالَ: اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِيّ وَالْقُرْاٰنُ الْعَظِيْمُ الَّذِيْ أُوْتِيْتُهُ. (رواه البخاري)

Dari Abi Said Al-Mu’alla ia berkata, “Telah lewat di hadapanku Nabi saw sedang saya dalam salat, maka dia memanggilku dan aku tidak mendatanginya hingga aku selesai salat. Kemudian aku datang kepadanya, kemudian Nabi berkata, “Kenapa engkau tidak datang kepadaku.” Aku menjawab, “Aku sedang salat.” Beliau berkata, “Bukanlah Allah telah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman perkenankanlah seruan Allah dan rasul,” kemudian beliau berkata, Ketahuilah! Aku akan mengajarkan kepadamu surah yang paling agung di dalam Al-Qur’an, sebelum aku keluar dari mesjid ini.” Maka Nabi saw pergi untuk keluar lalu beliau kuingatkan, maka katanya,”Al-hamdu lillāhi rabbil-’ālamīn adalah “as-sab’ul-maṡānī” dan “Al-Qur’an yang agung” yang telah diberikannya kepadaku.” (Riwayat al-Bukhārī)

Pada hadis yang lain, Rasulullah saw bersabda:

أُمُّ الْقُرْاٰنِ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْاٰنُ الْعَظِيْمُ. (رواه البخاري)

Ummul-Qur ān itu ialah as-sab’ul-maṡānī dan Al-Qur’an yang Agung. (Riwayat al-Bukhārī)

Banyak hadis sahih lain yang menerangkan bahwa as-sab’ul-maṡānī dan Al-Qur’an yang Agung adalah nama-nama lain dari Surah al-Fātiḥah.

Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan as-sab’ul maṡānī dalam ayat di atas ialah as-sab’uṭ-ṭiwāl (tujuh surah Al-Qur’an yang terpanjang ayat-ayatnya), yaitu Surah al-Baqarah, Āli ‘Imrān, al-Mā’idah, an-Nisā’, al-A‘rāf, al-An‘ām, dan at-Taubah atau al-Anfāl. Surah-surah yang tujuh itu disebut as-sab’ul-maṡānī, karena dalam surah yang tujuh itu diulang-ulang penyebutan kisah-kisah, hukum-hukum, ketauhidan, dan lain-lain. Akan tetapi, pendapat ini bertentangan dengan hadis-hadis sahih di atas. Sementara itu, sebagian dari surah as-sab’uṭ-ṭiwāl diturunkan di Medinah, sedangkan ayat yang menerangkan tentang as-sab’ul-maṡānī ini adalah Makkiyah.

Disebut as-sab’ul-maṡānī (tujuh berulang-ulang) karena Surah al-Fātiḥah itu terdiri atas tujuh ayat yang diulang-ulang membacanya pada tiap-tiap rakaat dalam salat. Seorang muslim sekurang-kurangnya salat tujuh belas rakaat dalam sehari semalam. Oleh karena itu, mereka sekurang-kurangnya membaca al-Fātiḥah tujuh belas kali dalam sehari semalam. Disebut Al-Qur’an yang agung karena isi Surah al-Fātiḥah itu merupakan pokok-pokok isi dari seluruh Al-Qur’an, dan sesuai pula dengan maksud hadis di atas.

Isi Kandungan Kosakata

‘Iḍīn عِضِيْنَ (al-Ḥijr/15: 91)

Jamak dari ‘iḍah عضه yang berarti potongan atau bagian dari sesuatu. Asal katanya ‘iḍwun, untuk meringankan lidah dalam penyebutannya huruf waw diganti hā’, sehingga dibaca ‘iḍah. Kata ‘iḍīn hanya sekali disebut dalam Al-Qur’an, yaitu dalam ayat 91 Surah al-Ḥijr ini.

Yang dimaksud dengan ‘iḍīn dalam ayat ini adalah orang-orang yang menjadikan isi Al-Qur’an terbagi-bagi. Sebagian dari isi Al-Qur’an yang sesuai dengan keinginan mereka, mereka percayai, seperti berita-berita tentang syariat Nabi Musa dan Nabi Isa. Sebagian dari isi Al-Qur’an yang tidak mereka sukai, mereka ingkari. Bahkan mereka katakan bahwa Al-Qur’an itu mitos, mantra dukun dan perkataan penyair.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto