Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 89 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 89 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 266 •  Quarter Hizb 27.25 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

وَقُلْ اِنِّيْٓ اَنَا النَّذِيْرُ الْمُبِيْنُۚ

Wa qul innī anan-nażīrul-mubīn(u).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”

Makna Surat Al-Hijr Ayat 89
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan katakanlah kepada orang kafir, wahai Nabi Muhammad, ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas kepada kalian tentang hukuman atas keingkaran kalian.’”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat di atas diterangkan bahwa Allah swt telah meng-anugerahikan sesuatu yang besar nilainya kepada orang-orang yang beriman, yaitu Surah al-Fātiḥah. Pemberian itu berupa petunjuk ke jalan yang benar dan tidak dapat dinilai dengan harta berapa pun banyaknya. Oleh karena itu, Allah swt memperingatkan orang-orang yang beriman agar jangan merasa berkecil hati dan bersedih atas kesenangan duniawi yang telah diberikan Allah kepada orang-orang kafir. Tidak pantas seseorang memalingkan perhatiannya dari sesuatu yang mulia dan tinggi nilainya kepada sesuatu yang kurang bernilai, apalagi jika kesenangan dunia itu diperoleh dengan cara yang tidak dibenarkan Allah. Semua itu adalah kesenangan yang bersifat sementara, kemudian mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Ayat ini senada dengan firman Allah swt yang melarang Rasul melihat kenikmatan yang diberikan kepada orang-orang kafir:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ەۙ لِنَفْتِنَهُمْ فِيْهِ ۗوَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَّاَبْقٰى ١٣١

Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. (Ṭāhā/20: 131)

Allah swt melarang Nabi Muhammad saw bersedih hati terhadap orang kafir yang tidak mengindahkan seruannya. Larangan Allah ini disebabkan karena Nabi saw sangat mengharapkan agar seluruh manusia beriman dan mengharapkan agar orang-orang kafir tidak ditimpa siksa Allah di akhirat nanti karena keluasan rahmat-Nya. Larangan Allah juga mengingatkan Nabi saw bahwa tugasnya hanya menyampaikan agama Allah, bukan memaksa manusia untuk beriman. Kemudian Allah memutuskan agar Nabi saw berlaku lemah lembut dan mengatakan kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan ditimpa azab Allah jika mereka terus-menerus dalam kekafiran dan kesesatan, sebagaimana yang telah ditimpakan kepada umat-umat sebelum mereka.

Isi Kandungan Kosakata

‘Iḍīn عِضِيْنَ (al-Ḥijr/15: 91)

Jamak dari ‘iḍah عضه yang berarti potongan atau bagian dari sesuatu. Asal katanya ‘iḍwun, untuk meringankan lidah dalam penyebutannya huruf waw diganti hā’, sehingga dibaca ‘iḍah. Kata ‘iḍīn hanya sekali disebut dalam Al-Qur’an, yaitu dalam ayat 91 Surah al-Ḥijr ini.

Yang dimaksud dengan ‘iḍīn dalam ayat ini adalah orang-orang yang menjadikan isi Al-Qur’an terbagi-bagi. Sebagian dari isi Al-Qur’an yang sesuai dengan keinginan mereka, mereka percayai, seperti berita-berita tentang syariat Nabi Musa dan Nabi Isa. Sebagian dari isi Al-Qur’an yang tidak mereka sukai, mereka ingkari. Bahkan mereka katakan bahwa Al-Qur’an itu mitos, mantra dukun dan perkataan penyair.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto