اُدْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ اٰمِنِيْنَ
Udkhulūhā bisalāmin āminīn(a).
(Allah berfirman,) “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.”
Ketika orang-orang yang bertakwa itu hendak memasuki pintu surga, malaikat menyambut mereka, “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman dari kekurangan, ketakutan, kesedihan, kegundahan, bahkan bencana dan malapetaka.”
Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang bertakwa dipersilakan masuk ke dalam surga. Di sana mereka akan selamat, sejahtera, aman, dan sentosa, serta tiada rasa takut sedih, dan gundah. Tidak ada suatu apa pun yang mengganggu ketenangan perasaan mereka, dan tidak ada bencana yang akan menyusahkan, bahkan Allah akan menurunkan nikmat yang tiada putus-putusnya.
Āminīn اٰمِنِيْنَ (al-Ḥijr/15: 46)
Terambil dari akar kata amina (aman), āmin berarti “orang yang aman”, jamaknya adalah āminīn. Dalam Al-Qur’an kata itu dalam bentuk tunggal, āmin, terulang enam kali dan dalam bentuk jamak, āminīn, delapan kali. Dalam bentuk tunggal, misalnya Surah al-Baqarah/2: 126, yang berisi doa Nabi Ibrahim agar Allah menjadikan Mekah menjadi negeri yang aman dan penduduknya diberi buah-buahan sebagai rezeki (makanan yang cukup). Dalam bentuk jamak, misalnya, Surah Yusuf/12:99, yaitu ucapan Nabi Yusuf kepada ayahnya beserta seluruh keluarganya ketika mempersilakan mereka memasuki Mesir, insyā’ Allah, dalam keadaan aman sentosa.











































