Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 5 - Surat Al-Ḥijr (Hijr)
الحجر
Ayat 5 / 99 •  Surat 15 / 114 •  Halaman 262 •  Quarter Hizb 27 •  Juz 14 •  Manzil 3 • Makkiyah

مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُوْنَ

Mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta'khirūn(a).

Tidak ada satu umat pun yang dapat menyegerakan ajalnya dan tidak (pula) menangguhkan(-nya).

Makna Surat Al-Hijr Ayat 5
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Ajal adalah ketetapan yang sudah Allah tentukan waktunya, karena itu tidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak pula dapat meminta penundaan darinya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa tidak ada satu negeri yang dihancurkan Allah, kecuali jika telah ditentukan Allah waktu kehancurannya di dalam Lauḥ Maḥfūẓ, tidak ada sesuatu pun yang lupa dituliskan-Nya, tidak ada yang terlambat, dan tidak pula terjadi sebelum ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa Allah swt tidak akan mengazab suatu kaum sebelum ada alasan untuk menjatuhkan azab. Yang dimaksud dengan alasan ialah telah diutus seorang rasul kepada umat tersebut untuk menyampaikan agama Allah, tetapi mereka menolak rasul itu atau mengingkari ajarannya.

Ayat ini merupakan peringatan bagi orang-orang musyrik Mekah yang selalu menghalang-halangi Rasulullah dan para sahabatnya menyampaikan risalahnya. Peringatan ini berlaku juga bagi orang-orang yang datang kemudian yang melakukan tindakan yang serupa dengan berbagai tindakan orang-orang musyrik Mekah. Keputusan dan peringatan Allah itu pasti berlaku.

Isi Kandungan Kosakata

Al-Amal اَلْأَمَلُ(al-Ḥi jr/15: 3)

Al-Amal sama artinya dengan ar-rajā’ yaitu “keinginan”, tetapi al-amal jangkauan kepada obyek yang diinginkan lebih jauh dari ar-rajā’ dan lebih sulit dicapai. Al-Amal sering diterjemahkan dengan “harapan”. Dalam Al-Qur’an kata itu terdapat dalam Surah al-Ḥijr/15: 3. Dalam ayat itu Allah meminta Nabi Muhammad untuk membiarkan dan tidak menghiraukan orang-orang kafir itu makan dan bersenang-senang, karena tujuan hidup mereka hanya itu. Di dalam hati mereka sebenarnya pernah terbetik keinginan untuk tobat lalu menjadi muslim, karena menyadari bahwa Islam itu benar. Tetapi keinginan itu hanyalah angan-angan yang tidak pernah direalisasikan. Di akhirat nanti baru mereka tahu bahwa apa yang pernah terbetik dalam hati mereka itu, itulah yang benar.

Dalam Al-Qur’an terulang sekali lagi kata itu dalam bentuk nakirah (tak tertentu, indefinite), yaitu amal (Surah al-Kahf/18: 46). Dalam ayat itu dinyatakan bahwa harta dan anak-anak itu perhiasan dunia, perlu dimiliki sebagai kebutuhan pelengkap. Akan tetapi yang akan memberikan imbalan terbaik hanyalah balasan perbuatan baik.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto