Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 8 - Surat Al-Ḥujurāt (Kamar-Kamar)
الحجرٰت
Ayat 8 / 18 •  Surat 49 / 114 •  Halaman 516 •  Quarter Hizb 52.25 •  Juz 26 •  Manzil 6 • Madaniyah

فَضْلًا مِّنَ اللّٰهِ وَنِعْمَةً ۗوَاللّٰهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ

Faḍlam minallāhi wa ni‘mah(tan), wallāhu ‘alīmun ḥakīm(un).

(Itu) sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

Makna Surat Al-Hujurat Ayat 8
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Hal yang demikian itu adalah sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang pantas mendapat anugerah-Nya, Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Karunia dan anugerah itu semata-mata kemurahan dari Allah dan merupakan nikmat dari-Nya. Allah Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima petunjuk dan siapa yang terkena kesesatan, dan Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan makhluk-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Fatabayyanū فَتَبَيَّنُوْا (al-Ḥujurāt/49: 6)

Fatabayyanū artinya maka periksalah dengan teliti. Kata jadiannya (maṣdar) adalah tabayyun. Akar katanya adalah ba'-ya'-nun yang artinya berkisar pada jauhnya sesuatu dan terbuka. Dari sini muncul arti jelas. Ṭalāq bā'in adalah talak tiga yang sudah jelas, tidak bisa dirujuk kembali. Bayyinah adalah bukti karena bisa menjelaskan kepada yang sedang beperkara. Ayat ini menjelaskan bahwa jika ada kabar yang datang dari orang yang fasik hendaknya diteliti terlebih dahulu, sampai jelas apakah benar atau tidak. Pada bacaan lain yang juga mutawatir, kata ini dibaca fataṡabbatū terambil dari kata dasar ṡubūt artinya tetap. Sehingga artinya “maka carilah ketetapan.” Bacaan pertama dan kedua saling menguatkan, yaitu bahwa seseorang tidak begitu saja menerima kabar dari orang lain yang patut dicurigai seperti orang fasik, tetapi hendaklah selalu mencari kejelasan dan ketetapan atas kabar tersebut, terlebih lagi kabarnya berupa kabar yang penting. Semuanya bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. La‘anittum لَعَنِتُّمْ (al-Ḥujurāt/49: 7)

La‘anittum artinya benar-benar kamu akan mendapatkan kesusahan. Akar kata yang terdiri dari ‘ain-nun-ta' berkisar pada arti masyaqqah atau kesukaran, kesusahan dan yang seperti itu. Kata al-‘anat sebagaimana pada surah an-Nisā'/4: 25, yang artinya bahwa bolehnya nikah dengan perempuan hamba sahaya adalah jika dia khawatir terjerumus perbuatan ‘anat atau zina, karena zina akan membuat kesusahan di akhirat.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto