فَاٰتٰىهُمُ اللّٰهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْاٰخِرَةِ ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ
Fa ātāhumullāhu ṡawābad-dun-yā wa ḥusna ṡawābil-ākhirah(ti), wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn(a).
Maka, Allah menganugerahi mereka balasan (di) dunia124) dan pahala yang baik (di) akhirat. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
Maka Allah mengabulkan doa mereka dan memberi mereka pahala di dunia berupa kemenangan, memperoleh harta rampasan perang, nama baik dan kehormatan, dan pahala yang baik di akhirat, yaitu surga dan keridaan Allah. Dan Allah mencintai, memberi anugrah kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.
Oleh karena kesungguhan, keikhlasan, keteguhan iman dan kesabaran para pengikut nabi-nabi yang terdahulu dalam menghadapi segala macam penderitaan dalam memperjuangkan kebenaran di jalan Allah, maka Allah memberikan kepada mereka balasan dunia dan pahala yang setimpal di akhirat.
Ribbiyyūn رِبِّيُّوْنَ (Āli ‘Imrān/3: 146)
Ribbiyyūn jamak dari ribbī secara etimologi dinisbahkan kepada asal katanya atau masdar ar-rabb artinya orang-orang yang mengikuti syariat Allah, yang dimaksud dalam ayat ini adalah pengikut para rasul dan murid-murid para nabi. Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah sikap mereka yang tetap setia dan teguh beragama meskipun rasul dan nabi yang mereka ikuti mengalami bencana bahkan kematian.
































