Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 149 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 149 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 69 •  Quarter Hizb 7.5 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ تُطِيْعُوا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يَرُدُّوْكُمْ عَلٰٓى اَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū in tuṭī‘ul-lażīna kafarū yaruddūkum ‘alā a‘qābikum fa tanqalibū khāsirīn(a).

Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menaati orang-orang yang kufur, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad). Akibatnya, kamu akan kembali dalam keadaan merugi.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 149
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah dijelaskan bahwa orang yang berbuat kebaikan akan mendapatkan anugerah di dunia maupun akhirat, ayat ini mengingatkan bahwa mengikuti orang-orang kafir akan mengakibatkan kerugian bahkan kegagalan. Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menaati dan tunduk pada saran orang-orang yang kafir yang bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang, yaitu murtad. Jika hal itu kamu lakukan maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi di dunia dan akhirat.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Menurut Ali bin Abi Talib, ayat ini diturunkan sehubungan dengan peristiwa orang-orang mukmin ketika mendapat pukulan berat dalam Perang Uhud sehingga orang-orang munafik berkata kepada mereka, “Kembalilah kamu kepada saudara-saudara kamu dan masuklah agama mereka.” Dengan demikian yang dimaksud dengan orang-orang kafir dalam ayat ini ialah orang-orang munafik.

Ayat ini memperingatkan setiap orang beriman kepada Allah baik yang telah mengalami penderitaan dalam Perang Uhud maupun lainnya di setiap masa dan tempat, tetap selalu waspada agar tidak terperosok kepada sikap lemah, menyerah dan mengikuti bujukan berbisa dari orang-orang kafir, munafik Yahudi, karena akibatnya akan menimbulkan bahaya dan kerugian yang sangat besar.

Isi Kandungan Kosakata

ar-Ru‘b اَلرُّعْب(Āli ‘Imrān/3: 151)

Ada dua arti dasar pada kata ini, yaitu “keterputusan” (al-inqiṭa’) dan “terpenuhinya rasa takut” (imtila al-khauf) dikatakan ra’abtu al-ḥauḍ, aku mengisi kubangan itu sampai penuh. Ra‘abtu as-sanam, aku memotong punuk (bongkol). Dari dua arti dasar ini kata ar-ru‘b bisa diartikan “rasa takut yang sangat yang memenuhi hati seseorang karena keterputusan dari yang lain”. Allah akan menghunjamkan rasa takut yang sangat kepada orang-orang musyrik, karena kemusyrikan mereka. Orang musyrikin tidak yakin dengan apa yang mereka sekutukan kepada Allah, di sisi lain mereka juga tidak punya argumen yang kuat untuk menafikan wujud Allah yang Esa. Situasi ini menyebabkan mereka selalu berada dalam ketakutan dan kegelisahan. Inilah yang menyebabkan Allah memasukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Hanya nerakalah tempat kembali yang layak bagi mereka. Padahal, neraka adalah tempat kembali yang paling buruk.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto