Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 172 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 172 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 72 •  Quarter Hizb 8 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

اَلَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِلّٰهِ وَالرَّسُوْلِ مِنْۢ بَعْدِ مَآ اَصَابَهُمُ الْقَرْحُ ۖ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا مِنْهُمْ وَاتَّقَوْا اَجْرٌ عَظِيْمٌۚ

Al-lażīnastajābū lillāhi war-rasūli mim ba‘di mā aṣābahumul-qarḥ(u), lil-lażīna aḥsanū minhum wattaqau ajrun ‘aẓīm(un).

(yaitu) orang-orang yang memenuhi (seruan) Allah dan Rasul setelah mereka menderita luka-luka (dalam Perang Uhud). Orang-orang yang berbuat kebaikan dan bertakwa di antara mereka akan mendapat pahala yang sangat besar,

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 172
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang-orang yang betul-betul disebut pejuang yaitu orang-orang yang menaati perintah Allah dan Rasul dengan sepenuh hati, bahkan setelah mereka mendapat luka dalam Perang Uhud berupa bencana dan musibah kekalahan, mereka tetap teguh pendirian dan tidak surut dalam melaksanakan perintah Allah. Orang-orang yang berbuat kebajikan dengan selalu memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya dan bertakwa di antara mereka mendapat pahala yang besar berupa kenikmatan dan kebahagiaan abadi, dan diangkat derajatnya di sisi Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang mukmin memenuhi seruan Allah dan rasul-Nya untuk tetap berada di jalan Allah meskipun mereka telah mendapat luka. Mereka yang berbuat baik dan takwa akan memperoleh pahala yang besar.

Isi Kandungan Kosakata

Yastabsyirūn يَسْتَبْشِرُوْ نَ (Āli ‘Imrān/3: 170)

Kata yastabsyirūn berasal dari kata kerja basyara-yabsyiru atau basyira-yabsyaru, yang artinya “senang” atau “menjadi gembira”. Dengan demikian yastabsyirūn maknanya adalah “mereka bergembira”. Pada mulanya akar kata dari kalimat ini (b-sy-r/ ب- ش- ر) yang artinya “munculnya sesuatu dengan baik dan mudah”. Kata yang berasal dari akar kata yang sama adalah al-basyrah artinya “kulit manusia”, sedangkan manusia disebut al-basyar. Al-bisyra artinya gembira atau bahagia, karena kegembiraan ini memancar pada kulit dan bersinar di wajah orang yang gembira sehingga kegembiraan disebut al-bisyarah, karena membuat wajah orang yang mendapat berita gembira, cerah berseri-seri dan menarik. Lawan bisyarah adalah niẓarah yaitu “kabar buruk” atau “peringatan” (Ibnu Faris). Dalam kaitan dengan ayat ini, yastabsyirūn menunjukkan pada perasaan yang ada pada para syuhada (pahlawan) yang telah gugur itu, yaitu kegembiraan yang berkaitan dengan teman-teman sejawat mereka yang akan menyusul. Artinya mereka mengetahui bahwa teman-teman mereka kelak akan pula menyusul menjadi pahlawan. Pada sisi lain, penjelasan ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai pengetahuan tentang keadaan teman-teman tersebut, sekaligus membuktikan bahwasanya ada kehidupan di alam barzakh yang merupakan persinggahan sementara, sambil menunggu kedatangan hari akhir, yang merupakan awal dari kehidupan akhirat. Kata ini kemudian terulang pada ayat berikutnya, dan ini menunjukkan adanya kegembiraan yang mereka nikmati. Selain itu, pengulangan ini juga merupakan isyarat bahwa kegembiraan itu mencakup diri mereka, teman-teman sejawat, dan siapa pun yang mukmin, walau selain mereka dan teman sejawat mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto