Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 165 - Surat Āli ‘Imrān (Keluarga Imran)
اٰل عمرٰن
Ayat 165 / 200 •  Surat 3 / 114 •  Halaman 71 •  Quarter Hizb 7.75 •  Juz 4 •  Manzil 1 • Madaniyah

اَوَلَمَّآ اَصَابَتْكُمْ مُّصِيْبَةٌ قَدْ اَصَبْتُمْ مِّثْلَيْهَاۙ قُلْتُمْ اَنّٰى هٰذَا ۗ قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اَنْفُسِكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Awa lammā aṣābatkum muṣībatun qad aṣabtum miṡlaihā, qultum annā hāżā, qul huwa min ‘indi anfusikum, innallāha ‘alā kulli syai'in qadīr(un).

Apakah ketika kamu ditimpa musibah (kekalahan pada Perang Uhud), padahal kamu telah memperoleh (kenikmatan) dua kali lipatnya (pada Perang Badar), kamu berkata, “Dari mana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah, “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makna Surat Ali ‘Imran Ayat 165
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Setelah dijelaskan bahwa diutusnya Nabi Muhammad adalah karunia Allah yang sangat besar bagi umat manusia, lalu dijelaskan tentang adanya kemenangan dan kekalahan dalam peperangan sesuai dengan ketaatan terhadap hukum kemasyarakatan. Dan mengapa kamu heran ketika ditimpa musibah kegagalan pada Perang Uhud dengan gugurnya 70 orang dari pasukan mukmin, padahal kamu telah menimpakan musibah dua kali lipat kepada musuh-musuhmu pada Perang Badar, kini kamu berkata, “Dari mana datangnya kekalahan ini?” Katakanlah, “Itu dari kesalahan dirimu sendiri karena kamu meninggalkan tuntunan Rasulullah agar pasukan pemanah tidak meninggalkan tempat hingga peperangan selesai.” Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini masih ada hubungannya dengan ayat tentang kisah Perang Uhud. Pada waktu Perang Uhud 70 dari pasukan Muslimin gugur sebagai syuhada. Di antara mereka ada yang berkata dari manakah dan sebab apakah kita mengalami musibah sedemikian besar? Sedangkan pasukan Muslimin pada Perang Badar telah memperoleh kemenangan besar dengan menjadikan musuh lari kocar-kacir dan dapat menewaskan 70 orang musuh dan menawan 70 orang lagi.

Terhadap pertanyaan itu Rasulullah dapat perintah untuk menjawab bahwa malapetaka itu adalah karena kesalahan mereka sendiri. Pasukan pemanah oleh Rasulullah diperintahkan bertahan di atas bukit dan tidak boleh meninggalkannya sebelum ada perintah dari beliau. Tetapi mereka telah melanggar perintah itu dan turun meninggalkan bukit untuk ikut mengambil barang ganimah. Dari atas bukit yang ditinggalkan pasukan pemanah itulah musuh menyerbu tentara Islam, sehingga akhirnya mereka mengalami kekalahan. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Isi Kandungan Kosakata

Muṣībah مُصِيْبَةٌ (Āli ‘Imrān/3:165)

Secara etimologis, muṣībah berarti “sesuatu yang menimpa” atau “yang mengenai”. Akar katanya adalah ṣ-w-b (ص- و- ب) artinya “sesuatu yang benar, tepat, memperoleh apa yang diminta”. Ungkapan musibah digunakan untuk sesuatu yang tidak diinginkan yang menimpa seseorang. Melalui ayat 165 Allah menyatakan bahwa bencana yang menimpa kaum Muslimin dalam Perang Uhud merupakan musibah (ujian atau cobaan). Musibah ini datang dari dalam diri kaum muslim sendiri akibat ketidakpatuhan mereka pada perintah pemimpin mereka untuk tidak meninggalkan posisi yang sudah ditentukan bagi mereka sebelum perang berakhir.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto