Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 22 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 22 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 284 •  Quarter Hizb 29 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوْمًا مَّخْذُوْلًا ࣖ

Lā taj‘al ma‘allāhi ilāhan ākhara fa taq‘uda mażmūmam makhżūlā(n).

Janganlah engkau menjadikan tuhan yang lain bersama Allah (sebab) nanti engkau menjadi tercela lagi terhina.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 22
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Oleh karena itu, janganlah engkau adakan tuhan yang lain di samping Allah, yakni jangan mempersekutukan-Nya, nanti engkau menjadi tercela dan terhina karena perbuatanmu itu, sehingga engkau menyesal karena tidak ada siapa pun yang dapat menolongmu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt melarang manusia menuhankan sesuatu selain Allah, seperti menyembah patung dan arwah nenek moyang walaupun dengan maksud mendekatkan diri kepada-Nya. Termasuk yang dilarang ialah mengakui adanya kekuatan lain selain Allah yang dapat mempengaruhi dirinya, atau melakukan perbuatan nyata, seperti memuja benda-benda, ataupun kekuatan gaib lain yang dianggap sebagai tuhan. Larangan ini ditujukan kepada seluruh manusia agar tidak sesat dan menyesal karena melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan terhadap Penciptanya. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, bukan menyekutukan-Nya karena tidak ada penolong manusia selain Allah.

Allah swt berfirman:

اِنْ يَّنْصُرْكُمُ اللّٰهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمْ ۚ وَاِنْ يَّخْذُلْكُمْ فَمَنْ ذَا الَّذِيْ يَنْصُرُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ

Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? (Āli ‘Imrān/3: 160)

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-’Ājilah اَلْعَاجِلَةَ (al-Isrā’/17: 18)

Kata ini terambil dari kata ( ع ـ ج ـ ل )yang berarti kecepatan (al-isrā’). Dari arti ini lalu muncul arti ketergesaan. Al-’Ujālah artinya sesuatu yang dipercepat keberadaannya. Dunia dikatakan al-’ājilah karena ia cepat rusak dan binasa. Sedangkan akhirat dikatakan al-’ājilah karena akhirat masih ada di depan, masih menunggu. Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa Dia akan memberikan kehidupan dunia kepada siapa pun, baik orang kafir maupun mukmin. Jika yang diinginkan adalah dunia saja maka dia hanya menikmatinya di dunia saja. Di akhirat dia akan disiksa. Ayat ini secara tersirat menghimbau kepada orang mukmin agar mereka mempunyai jangkauan kehidupan yang lebih jauh lagi. Tidak terbatas di dunia tapi sampai di akhirat nanti. Karena di sanalah seseorang menjumpai kehidupan yang sebenar benarnya. Jika yang dituju hanyalah kehidupan dunia maka yang akan didapatkannya adalah kebahagiaan sesaat. Padahal dia masih harus menjalani kehidupan selanjutnya yaitu kehidupan di akhirat.

2.’Aṭā’ عَطَآءٍ (al-Isrā’/17: 20)

‘Aṭā’ artinya pemberian. Jamaknya adalah: a’ṭiyah. Jika dijamakkan lagi dikatakan a’ṭiyāt. A’ṭiyātul-mulūk artinya pemberian raja-raja.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto