Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 67 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 67 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 289 •  Quarter Hizb 29.5 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُوْنَ اِلَّآ اِيَّاهُۚ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ اِلَى الْبَرِّ اَعْرَضْتُمْۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ كَفُوْرًا

Wa iżā massakumuḍ-ḍurru fil-baḥri ḍalla man tad‘ūna illā iyyāh(u), falammā najjākum ilal-barri a‘raḍtum, wa kānal-insānu kafūrā(n).

Apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang kamu seru, kecuali Dia. Akan tetapi, ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling (dari-Nya). Manusia memang selalu ingkar.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 67
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, diterpa angin kencang atau ombak yang besar, niscaya hilang dari ingatanmu semua berhala dan tuhan-tuhan yang biasa kamu seru, kecuali Dia, kamu hanya mengingat Dia dan bermohon kepada-Nya agar menyelamatkan kamu dari bahaya yang menimpa. Tetapi ketika Dia, Allah, telah menyelamatkan kamu sehingga kamu dapat kembali dengan selamat ke daratan, kamu berpaling dari-Nya, tidak lagi mengesakan-Nya dan tidak lagi bergantung kepada-Nya, karena kamu merasa telah bebas dari bahaya. Dan manusia memang selalu ingkar, tidak mensyukuri nikmat yang dianugerahkan Allah kepada-Nya, kecuali orang-orang yang taat dan mendapat petunjuk-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah mengungkapkan keadaan orang-orang kafir ketika ditimpa mara bahaya yang mengancam jiwanya. Mereka tidak dapat mengharapkan pertolongan kecuali dari Allah, yang berkuasa mendatangkan manfaat dan menolak bahaya. Allah swt menyatakan bahwa apabila orang kafir ditimpa mara bahaya di lautan, niscaya hilang harapan mereka untuk meminta bantuan dan pertolongan kepada berhala-berhala, jin, malaikat, pohon-pohon, dan batu-batu yang mereka sembah. Pada saat yang gawat itu, yang mereka ingat hanyalah Allah Yang Maha Esa yang berkuasa dan mampu menghilangkan bahaya itu, maka mereka meminta pertolongan kepada-Nya. Namun, apabila Allah telah mengabulkan permintaan mereka, yakni mereka telah terlepas dari bencana topan dan badai yang hampir menenggelamkan mereka, dan tiba di darat dengan selamat, mereka pun kembali berpaling menjadi orang-orang yang mengingkari nikmat-nikmat Allah dan kembali menyekutukan-Nya dengan tuhan yang lain.

Allah menegaskan bahwa tabiat manusia cenderung melupakan nikmat yang mereka terima dan selalu tidak beriman atau tidak mau berterima kasih kepada Zat yang memberikan nikmat itu. Ini adalah keanehan yang terdapat pada diri manusia kecuali hamba-Nya yang selalu berada dalam bimbingan dan perlindungan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Ḥāṣibā حَاصِبًا (al-Isrā’/17: 68)

Ḥāṣibā artinya batu-batu kecil. Akar katanya adalah (ح- ص- ب). Pada mulanya, kata ini digunakan untuk menunjukkan arti satu jenis dari bagian bumi. Dari sini muncul kata ḥaṣbā’ yang artinya batu kerikil, yaitu satu jenis bebatuan. Kata ḥaṣbah yang berarti butir-butir kecil yang keluar dari kulit dinamakan demikian karena menyerupai bebatuan kecil.

Kata ḥāṣibā bisa juga berarti mega yang menghujani bumi dengan butiran-butiran es. Pada ayat yang sedang ditafsirkan ini lebih tepat diartikan dengan batu-batu kerikil.

2. Qāṣifā قَاصِفًا (al-Isrā’/17: 69)

Akar katanya terdiri dari ( ق- ص- ف ) yang berarti pecahnya sesuatu. Al-Qāṣif artinya sesuatu yang gampang pecah. Dengan demikian, qāṣif berarti angin yang sangat kencang yang bisa menghancurkan dan memecahkan benda-benda yang dilaluinya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto