Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 86 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 86 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 290 •  Quarter Hizb 29.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَىِٕنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهٖ عَلَيْنَا وَكِيْلًاۙ

Wa la'in syi'nā lanażhabanna bil-lażī auḥainā ilaika ṡumma lā tajidu laka bihī ‘alainā wakīlā(n).

Sungguh, jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan (apa) yang telah Kami wahyukan kepadamu (Nabi Muhammad) dan engkau tidak akan mendapatkan untuk dirimu seorang pembela pun terhadap Kami.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 86
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan, kami hapus dari hatimu apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, dan engkau tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap keputusan Kami, melenyapkan apa yang Kami wahyukan kepadamu. Tetapi pelenyapan itu tidak akan terjadi, dan yang demikian itu tidak lain,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa jika Allah swt menghendaki untuk menarik kembali Al-Qur’an yang telah diturunkan dan menghapusnya dari hati Nabi Muhammad dan dari lembaran-lembaran yang telah ditulis, hal itu pasti dengan mudah dapat dilaksanakan-Nya, sedikit pun tidak akan ada bekasnya.

Mudahnya bagi Allah swt menghapus Al-Qur’an itu diterangkan dalam hadis Nabi saw:

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ سَيُرْفَعُ، قِيْلَ كَيْفَ يُرْفَعُ وَقَدْ أَثْبَتَهُ اللّٰهُ فِي قُلُوْبِنَا وَأَثْبَتْنَاه ُ فِى الْمَصَاحِفِ؟ قَالَ يُسْرَى عَلَيْهِ فِي لَيْلَةٍ وَاحِدَةٍ فَلَا تُتْرَكُ مِنْهُ آيَةٌ فِي قَلْبٍ وَلَا مُصْحَفٍ إِلاَّ رُفِعَتْ، فَتُصْبِحُوْنَ وَلَيْسَ فِيْكُمْ مِنْهُ شَيْءٌ ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ.

Diriwayatka n dari Ibnu Mas’ūd bahwa Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini akan diangkat (dihapus).” Seseorang berkata, “Bagaimana mungkin, sesungguhnya Allah telah mengokohkannya di dalam hati kita, dan kita telah mengabadikan (menulisnya) di dalam lembar-lembar bertulis.” Ia berkata, “Diangkat Al-Qur’an di satu malam maka tidak ada yang ditinggalkan seayat pun darinya dalam hati dan tidak pula pula di dalam mushaf, kecuali semua diangkat. Maka pada waktu paginya tidak satu ayat pun lagi yang tinggal padamu.” Lalu Nabi membaca ayat ini. (Riwayat Sa’īd bin Manṣūr dan al-Ḥākim serta dinyatakan sahih oleh aṭ-Ṭabrānī dan al-Baihaqī).

Setelah Al-Qur’an dihapus dari hati dan yang tertulis dalam mushaf, maka pada saat itu tidak ada lagi yang dapat dijadikan pegangan dan petunjuk ke jalan yang benar. Tidak seorangpun yang sanggup mengembalikannya, baik dalam bentuk mushaf maupun hafalan.

Isi Kandungan Kosakata

Ṣarrafnā صَرَّفْنَا (al-Isrā’/17: 89)

Ṣarrafnā adalah fi’il māḍī dengan fā’il naḥnu (kita) dari fi’il: ṣarrafa-yuṣarrifu-taṣr īfan yang berarti menyerahkan, mengalirkan, memindahkan, dan mengedarkan. Pada ayat 89 Surah al-Isrā’ ini ungkapan: laqad ṣarrafnā berarti sungguh Kami telah menjelaskan berulang-ulang, maksudnya Allah telah seringkali menerangkan kepada manusia dengan berbagai perumpama-an di dalam Al-Qur’an, sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk tidak mengerti dan tidak menerima kebenarannya kecuali karena tidak dapat memperoleh hidayah dari Allah. Al-Qur’an merupakan firman dan petunjuk Allah kepada semua manusia yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw melalui Malaikat Jibril. Telah jelas tidak seorang pun dapat meniru atau membuat seperti Al-Qur’an karena Al-Qur’an adalah mukjizat abadi Nabi Muhammad saw sebagai nabi terakhir, dan tidak ada nabi lagi setelah beliau. Berbagai kisah nabi-nabi terdahulu juga diterangkan dalam Al-Qur’an secara berulang-ulang, juga beberapa kisah umat terdahulu baik yang tunduk mengikuti nabi mereka, maupun yang mengingkari dan menolaknya serta akibat selanjutnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto