Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 76 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 76 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 290 •  Quarter Hizb 29.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَاِنْ كَادُوْا لَيَسْتَفِزُّوْنَكَ مِنَ الْاَرْضِ لِيُخْرِجُوْكَ مِنْهَا وَاِذًا لَّا يَلْبَثُوْنَ خِلٰفَكَ اِلَّا قَلِيْلًا

Wa in kādū layastafizzūnaka minal-arḍi liyukhrijūka minhā wa iżal lā yalbaṡūna khilāfaka illā qalīlā(n).

Sesungguhnya mereka hampir membuatmu (Nabi Muhammad) gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu dari negeri itu. Kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (bertahan), kecuali sebentar saja.434)

Makna Surat Al-Isra' Ayat 76
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sungguh, mereka orang-orang kafir itu hampir membuatmu wahai Nabi Muhammad gelisah di negeri Mekah karena mereka menyuruh engkau harus keluar dari negeri itu, akan tetapi Allah mencegahnya sehingga tidak terlaksana keinginan orang-orang kafir itu, dan kalau terjadi demikian, yakni jika mereka benar-benar mengusirmu dari Mekah niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal di sana melainkan sebentar saja, kemudian mereka akan hancur binasa.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini mengungkapkan bagaimana berbagai tekanan yang dihadapi Rasulullah dan kaum Muslimin hampir berhasil membuat beliau tidak tahan lagi berdiam di Mekah, apalagi setelah orang-orang kafir Quraisy membuat rencana untuk membunuhnya. Peristiwa itulah yang melatarbelakangi ter-jadinya peristiwa Hijrah ke Medinah.

Allah menyampaikan ancaman-Nya melalui Rasulullah kepada kaum kafir Quraisy bahwa jika Nabi dan kaum Muslimin terusir dari Mekah, maka itu tidak akan dibiarkan oleh Allah. Dalam waktu singkat mereka akan dibinasakan Allah dan selanjutnya negeri Mekah akan dikuasai kembali oleh kaum Mukminin. Janji Allah itu terbukti dengan terbunuhnya para pemimpin Quraisy dalam perang Badar yang terjadi pada tahun kedua sesudah Nabi hijrah ke Medinah, dan ditaklukkannya kota Mekah pada tahun ke-8 Hijrah.

Isi Kandungan Kosakata

Tarkanu تَرْكَنُ (al-Isrā’/17: 74)

Tarkanu adalah fi’il muḍāri’ dari: rakana-yarkanu-rukūnan artinya condong, cenderung untuk mempercayai atau mengikuti pendapatnya. Dalam ayat 74 Surah al-Isrā’ ini, Allah menerangkan Nabi hampir-hampir condong untuk sedikit mempercayai omongan orang-orang kafir Quraisy. Karena tipu daya dan kerasnya siksaan mereka terhadap orang-orang yang masuk Islam maka hampir saja Nabi mendekati mereka dan mengikuti persyaratan mereka. Hanya dengan pertolongan Allah, maka tekanan yang dialami Nabi dapat diatasi dan beliau tetap memiliki semangat tinggi dalam melaksanakan dakwah agama, mengajak mereka untuk memikirkan dan menerima agama Islam. Tekanan-tekanan dan permufakatan jahat mereka untuk membunuh Nabi bahkan mengantarkan Nabi dan para sahabat untuk hijrah ke Medinah yang merupakan titik balik perjuangan yang mengantar-kan kaum Muslimin pada kemenangan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto