Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 77 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 77 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 290 •  Quarter Hizb 29.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

سُنَّةَ مَنْ قَدْ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُّسُلِنَا وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيْلًا ࣖ

Sunnata man qad arsalnā qablaka mir rusulinā wa lā tajidu lisunnatinā taḥwīlā(n).

(Yang demikian itu) merupakan ketetapan (bagi) para rasul Kami yang benar-benar Kami utus sebelum engkau435) dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.

Makna Surat Al-Isra' Ayat 77
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Yang demikian itu, yakni kehancuran bagi umat yang mengusir para rasul Kami dari negerinya, merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami. Setiap umat yang mengusir para rasul dari negerinya pasti akan dibinasakan oleh Allah. Demikianlah ketetapan Allah yang ditetapkan, dan tidak ada perubahan bagi ketetapan itu selamalamanya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini dijelaskan tentang hukum-hukum Allah yang berlaku umum, sebagaimana yang telah dialami oleh para rasul dan nabi sebelum-nya. Mereka mengalami tekanan-tekanan yang berat dan diusir oleh kaum-nya. Tetapi akhirnya, Allah memenangkan kaum Muslimin dan menghukum mereka yang ingkar. Demikian pula Rasulullah saw dan para pengikutnya, mereka tidak luput dari tekanan dan penganiayaan kaum musyrikin Mekah. Namun, hal itu tidak mempengaruhi keteguhan hati Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, meskipun mereka terpaksa hijrah. Janji kemenangan dari Allah akan datang pada waktunya, dan musuh-musuh Allah akan mengalami kekalahan yang besar.

Perlu dijelaskan bahwa hukuman dengan memusnahkan mereka yang durhaka seperti yang terjadi pada kaum ‘Ad, Samud, kaum Lut, dan lain-lain yang dikenal dengan istilah ‘azāb al-isti’ṣal (hukuman dengan pemusnahan) tidak diberlakukan lagi setelah Rasulullah Muhammad saw diutus karena beliau pembawa rahmat ke seluruh umat manusia, dan adanya harapan bahwa kaum kafir Quraisy atau keturunannya akan masuk Islam.

Allah swt berfirman:

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُم ْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْ نَ ٣٣ (الانفال)

Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan. (al-Anfāl/8: 33)

Isi Kandungan Kosakata

Tarkanu تَرْكَنُ (al-Isrā’/17: 74)

Tarkanu adalah fi’il muḍāri’ dari: rakana-yarkanu-rukūnan artinya condong, cenderung untuk mempercayai atau mengikuti pendapatnya. Dalam ayat 74 Surah al-Isrā’ ini, Allah menerangkan Nabi hampir-hampir condong untuk sedikit mempercayai omongan orang-orang kafir Quraisy. Karena tipu daya dan kerasnya siksaan mereka terhadap orang-orang yang masuk Islam maka hampir saja Nabi mendekati mereka dan mengikuti persyaratan mereka. Hanya dengan pertolongan Allah, maka tekanan yang dialami Nabi dapat diatasi dan beliau tetap memiliki semangat tinggi dalam melaksanakan dakwah agama, mengajak mereka untuk memikirkan dan menerima agama Islam. Tekanan-tekanan dan permufakatan jahat mereka untuk membunuh Nabi bahkan mengantarkan Nabi dan para sahabat untuk hijrah ke Medinah yang merupakan titik balik perjuangan yang mengantar-kan kaum Muslimin pada kemenangan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto