Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 47 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 47 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 286 •  Quarter Hizb 29.25 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُوْنَ بِهٖٓ اِذْ يَسْتَمِعُوْنَ اِلَيْكَ وَاِذْ هُمْ نَجْوٰٓى اِذْ يَقُوْلُ الظّٰلِمُوْنَ اِنْ تَتَّبِعُوْنَ اِلَّا رَجُلًا مَّسْحُوْرًا

Naḥnu a‘lamu bimā yastami‘ūna bihī iż yastami‘ūna ilaika wa iż hum najwā iż yaqūluẓ-ẓālimūna in tattabi‘ūna illā rajulam masḥūrā(n).

Kami lebih tahu bagaimana (sikap) mereka mendengarkan (Al-Qur’an) saat mereka mendengarkan engkau (Nabi Muhammad) dan berbisik-bisik (sesama mereka) ketika orang-orang zalim itu berkata, “Kamu tidak mengikuti (siapa pun), kecuali seorang laki-laki yang kena sihir.”

Makna Surat Al-Isra' Ayat 47
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apa yang dilakukan kaum musyrik itu tidak luput dari pengetahuan Allah. Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau, bahwa mereka melecehkan kamu dan mencari-cari celah untuk menolak kebenaran Al-Qur’an, dan sewaktu mereka berbisik-bisik di antara mereka sendiri untuk mendustakan Al-Qur’an, yaitu ketika orang-orang zalim itu berkata, “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah swt menjelaskan kepada Rasul-Nya bahwa Dialah yang mengetahui sikap mereka ketika mendengarkan Rasulullah membacakan Al-Qur’an. Mereka memperolok-olok dan mendustakannya. Allah yang menge-tahui ketika mereka berbisik-bisik satu sama lain dengan mengatakan, “Muhammad itu orang gila.” Ada pula yang mengatakan, “Dia tukang tenung,” dan ada yang mengatakan, “Muhammad itu tiada lain kecuali orang yang kena sihir sebab pikirannya berubah-ubah dan tidak konsisten lagi, apakah kita pantas mengikuti orang gila semacam Muhammad itu?”

Firman Allah swt:

وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْلِقُوْنَ كَ بِاَبْصَارِهِم ْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهٗ لَمَجْنُوْنٌ ۘ ٥١ (القلم)

Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata, ”Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila.” (al-Qalam/68: 51)

Isi Kandungan Kosakata

Hijāban Mastūran حِجَابًا مَسْتُوْرًا (al-Isrā’/17: 45)

Kata ḥijāb adalah bentuk maṣdar dari ḥajaba-yaḥjubu-ḥijāba n yang artinya menutupi. Oleh sebab itu, kata ḥijāb berarti penghalang. Dari sini, tirai dinamai ḥijāb, karena ia menghalangi tembusnya pandangan, atau menghalangi sesuatu menuju ke balik tirai itu.

Kata mastūran adalah bentuk isim maf’ūl dari: satara-yasturu-satran, yang artinya menutup. Sedangkan kata mastūran berarti yang tertutup. Kata mastūran pada ayat 45 Surah al-Isrā’ terletak setelah kata ḥijāban yang juga berarti tertutup.

Ulama berbeda pendapat tentang makna tersebut, ada yang memahami-nya dalam arti menutup, karena ḥijāb itu berfungsi menutup. Ada pula yang memahaminya dalam arti tertutup/tidak terlihat, yakni ḥijāb yang menjadi penghalang antara Al-Qur’an dan orang-orang yang tidak beriman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto