Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 65 - Surat Al-Isrā' (Memperjalankan di Malam Hari)
الاسراۤء
Ayat 65 / 111 •  Surat 17 / 114 •  Halaman 288 •  Quarter Hizb 29.5 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا

Inna ‘ibādī laisa laka ‘alaihim sulṭān(un), wa kafā birabbika wakīlā(n).

(Allah berfirman lagi,) “Sesungguhnya tidak ada kekuasaan bagimu (Iblis) atas hamba-hamba-Ku (yang mukmin). Cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga (mereka darimu).”

Makna Surat Al-Isra' Ayat 65
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

“Sesungguhnya terhadap hamba-hamba-Ku yang taat dan berbuat kebajikan menuruti perintah-Ku, engkau wahai Iblis, tidaklah dapat berkuasa atas mereka, engkau tidak dapat menyesatkan mereka walaupun engkau kerahkan segenap kemampuanmu untuk menggoda mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga bagi mereka sehingga engkau tidak dapat menyesatkannya.”

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Selanjutnya Allah swt menjelaskan keterbatasan godaan Iblis terhadap keturunan Adam dengan menegaskan bahwa sebenarnya hamba-hamba Allah yang selalu menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tidak akan terpengaruh oleh godaannya. Iblis tidak mempunyai kekuasaan untuk memaksa agar mereka tunduk di bawah tipu dayanya. Kemampuan Iblis hanyalah menggoda saja. Orang-orang yang dapat dipengaruhi ialah mereka yang tidak mempunyai iman yang kuat. Oleh karena itu, Allah swt menegaskan pada akhir ayat ini bahwa bagi mereka yang mempunyai iman yang kuat itu cukup berserah diri kepada Allah, dan meminta perlindungan kepada-Nya agar terlepas dari godaan dan tipu daya setan.

Dalam ayat ini, terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya tidak mempunyai kekebalan terhadap godaan setan dan tidak mempunyai kontrol pribadi yang menyelamatkan dirinya dari kesesatan. Kekebalan dan kontrol pribadi itu hanyalah perlindungan dan limpahan rahmat Allah swt.

Isi Kandungan Kosakata

La ‘aḥtanikanna لَأَحْتَنِكَنّ َ (al-Isrā’/17: 62)

Kata la ‘aḥtanikanna diambil dari kata al-iḥtināk dalam bentuk maṣdar, yaitu peletakan kendali di mulut kuda agar ia dapat ditunggangi dan diarahkan sesuai keinginan penunggang. Al-ḥanakah adalah kendali kuda atau lainnya. Kata tersebut di sini, digunakan sebagai perumpamaan tentang pengarahan Iblis terhadap anak cucu Adam, seakan-akan mereka adalah kuda-kuda yang ditunggangi Iblis dan dikendalikan serta diarahkan ke arah yang dikehendaki Iblis.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto