Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 34 - Surat Al-Jāṡiyah (Berlutut)
الجاثية
Ayat 34 / 37 •  Surat 45 / 114 •  Halaman 502 •  Quarter Hizb 50.75 •  Juz 25 •  Manzil 6 • Makkiyah

وَقِيْلَ الْيَوْمَ نَنْسٰىكُمْ كَمَا نَسِيْتُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۙ وَمَأْوٰىكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَ

Wa qīlal-yauma nansākum kamā nasītum liqā'a yaumikum hāżā, wa ma'wākumun nāru wa mā lakum min nāṣirīn(a).

(Kepada mereka) dikatakan, “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini. Tempat kembalimu hanyalah neraka dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.

Makna Surat Al-Jasiyah Ayat 34
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan ketika itu kepada mereka di katakan, “Pada hari ini Kami memperlakukan kamu dengan perlakuan orang yang melupakan kamu sebagaimana kamu dahulu ketika di dunia telah melupakan pertemuanmu dengan harimu ini, yakni hari yang amat celaka bagimu; dan akibat dari perbuatan dosa yang kamu lakukan dahulu di dunia maka tempat kembalimu sekarang ialah neraka dan sekali-kali tidak akan ada penolong bagimu dalam menghadapi semua siksaan di neraka itu.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Pada ayat ini, Allah menjelaskan cemoohan, penghinaan dan azab yang mereka tanggungkan pada hari Kiamat itu. Pada hari itu, Allah tidak akan menghiraukan jerit dan tangis mereka, ratapan dan penyesalan mereka karena semua yang mereka alami itu benar-benar sebagai pembalasan yang seimbang dengan perbuatan mereka di dunia dahulu.

Di dunia mereka menganiaya dan memfitnah orang yang tidak bersalah, menghalalkan yang haram untuk kepentingan pribadi dan kelompok mereka; Allah akan memberikan balasan yang setimpal dengan amal mereka semua di akhirat nanti.

Jika Allah bersikap tidak mengacuhkan mereka karena sikap angkuh dan sombong yang telah mereka lakukan, serta sikap yang tidak berperikemanusiaan yang telah mereka lakukan. Maka sikap yang demikian itu adalah balasan yang wajar sesuai dengan keadilan-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Jāṡiyah جَاثِيَةٌ (al-Jāṡiyah/45: 28)

Bentuk isim fā‘il dari kata jaṡṡa. Akar katanya bisa terambil dari (jīm-ṡā'-wāw) berarti: jaṡā-yajṡū-juṡuwwan atau (jīm-ṡā'-yā') berarti jaṡā-yajṡī-juṡiyyan, jiṡiyyan. Artinya duduk di atas kedua lututnya atau sering disebut dengan bertekuk lutut. Sebuah pemandangan seorang yang tunduk, pasrah terhadap hukuman yang akan dia dapatkan. Ungkapan jāṡiyah adalah sifat semua umat manusia pada hari Kiamat yang tidak berdaya menghadapi nasib yang akan mereka dapatkan.

2. Mustaiqinīn مُسْتَيْقِنِيْ نَ (al-Jāṡiyah/45: 32)

Bentuk isim fā‘il dari kata kerja istaiqana-yastaiqinu. Akar katanya dari (yā'-qāf-nūn) atau yaqīn. Ada tambahan huruf mīm, sīn dan tā'. Adanya tambahan huruf sīn dan tā' menunjukkan adanya arti mencari dengan sungguh-sungguh. Ungkapan wamā naḥnu bimustaiqinīn artinya, kami sekali-kali tidak meyakininya. Yakin artinya tetap dan jelas. Keyakinan adalah sebuah pengetahuan yang tidak lagi ada keraguan apapun terhadapnya. Kematian disebut juga yaqīn karena semua orang akan mempercayainya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto