Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 54 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 54 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 300 •  Quarter Hizb 30.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

Wa laqad ṣarrafnā fī hāżal-qur'āni lin-nāsi min kulli maṡal(in), wa kānal-insānu akṡara syai'in jadalā(n).

Sungguh, Kami telah menjelaskan segala perumpamaan dengan berbagai macam cara dan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini. Akan tetapi, manusia adalah (makhluk) yang paling banyak membantah.

Makna Surat Al-Kahf Ayat 54
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, baik dalam bentuk perbandingan maupun dalam bentuk kisah. Binatang-binatang yang kecil seperti nyamuk, lalat, dan lebah serta benda-benda alam yang besar seperti gunung dan samudra, dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah. Mereka senantiasa mencari dalih untuk membantah kebenaran ayat-ayat Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan bahwa berbagai macam perumpamaan dikemukakan Allah di dalam Al-Qur’an, baik berupa perbandingan terhadap sesuatu ataupun berbentuk kisah. Hal ini dimaksudkan sebagai cermin perbandingan bagi manusia, sebab ia mempunyai akal pikiran. Dari binatang kecil, seperti nyamuk, semut, lalat, dan lebah, sampai benda-benda alam yang besar, seperti gunung dan samudera, dijadikan contoh untuk menarik perhatian manusia. Namun demikian, manusia adalah makhluk yang paling suka membantah. Artinya, ketika Allah menyadarkan akal pikiran dan budi luhurnya dengan berbagai macam perumpamaan itu, mereka pun mencari-cari dalih untuk mengingkari dan tidak mau mematuhinya. Hal itu disebabkan oleh pengaruh hawa nafsu, kesombongan, dan tipu daya setan dan Iblis.

Dalam suatu hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah saw datang kepada Ali dan Fatimah pada suatu malam dan bertanya:

اَلَا تُصَلِّيَانِ؟ فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ إِنَّمَا أَنْفُسُنَا بِيَدِ اللّٰهِ فَإِذَا شَاءَ أَنْ يَبْعَثَنَا بَعَثَنَا، فَانْصَرَفَ حِيْنَ قُلْتُ ذٰلِكَ وَلَمْ يَرْجِعْ إِلَيَّ شَيْئًا ثُمَّ سَمِعْتُهُ وَهُوَ مُوَلٍّ يَضْرِبُ فَخِذَهُ وَيَقُوْلُ: وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا. (رواه البخاري عن علي بن أبي طالب)

“Apakah kamu berdua salat?” Maka saya (Ali) menjawab, “Hai Rasulullah, diri kami ini sesungguhnya ada di tangan Allah, kalau dia mau membangkitkan kami, tentu Dia sanggup membangkitkan kami.” Maka beliau berpaling ketika saya mengucapkan itu, dan beliau tidak menjawab perkataan saya sedikit pun. Kemudian saya mendengar beliau memukul pahanya sendiri sambil berpaling dan mengucapkan, “Tetapi manusia itu adalah makhluk yang paling banyak membantah.” (Riwayat al-Bukhārī dari ‘Ali bin Abi Ṭālib)

Isi Kandungan Kosakata

Waqran وَقْرًا (al-Kahf/18: 54)

Waqran berasal dari kata waqara yang berarti sumbatan yang ada di telinga. Waqarat użunuhu berarti telinganya telah menjadi tuli dan tak bisa mendengar. Waqr juga diartikan penutup telinga yang dikenakan pada keledai atau unta. Arti lain dari waqr adalah tenang, kewibawaan, kebesaran dan rasa terhormat. Dalam Surah Nūh/71: 13: mā lakum lā tarjūna lillāhi waqāran, diartikan dengan kebesaran Allah. Dalam Surah al-Aḥzāb/33:33, waqarna bi buyūtikunna diartikan dengan hendaklah kalian tetap tenang di rumahmu. Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah meletakkan penyumbat (penutup) di telinga orang-orang yang telah diperingatkan oleh Allah melalui ayat-ayat-Nya tetapi mereka berpaling dan lupa dengan apa yang telah dikerjakan. Untuk kelompok ini, sekalipun kamu Muhammad menyeru kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto