Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 55 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 55 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 300 •  Quarter Hizb 30.75 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ اَنْ يُّؤْمِنُوْٓا اِذْ جَاۤءَهُمُ الْهُدٰى وَيَسْتَغْفِرُوْا رَبَّهُمْ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ قُبُلًا

Wa mā mana‘an-nāsa ay yu'minū iż jā'ahumul-hudā wa yastagfirū rabbahum illā an ta'tiyahum sunnatul-awwalīna au ya'tiyahumul-‘ażābu qubulā(n).

Tidak ada yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan untuk memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali akan datang kepada mereka ketetapan (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datang kepada mereka azab yang nyata.450)

Makna Surat Al-Kahf Ayat 55
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia, yakni kaum musyrik Mekah untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan tidak ada juga yang menghalangi mereka memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali keinginan menanti datangnya hokum Allah berupa sunah atau ketetapan-Nya yang telah berlaku pada umat yang terdahulu, yakni datangnya mukjizat yang mereka saksikan dengan mata kepala sendiri atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.” Mereka tidak akan beriman kecuali apabila datang azab kepada mereka sebagaimana yang ditimpakan kepada umat terdahulu. Allah sungguh tidak menghendaki keimanan seseorang dilakukan dengan terpaksa. Allah menghehendaki keimanan yang tulus, yang dilakukan dengan kesadaran, tanpa paksaan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Setelah cukup banyak macam perumpamaan dan kias perbandingan dipaparkan dalam Al-Qur’an, tetapi ternyata manusia banyak yang ingkar, maka Allah kembali memberikan penjelasan tentang kesombongan orang-orang kafir pada masa dahulu. Mereka mendustakan rasul dan tidak mau mengikuti petunjuk-petunjuk yang dibawanya. Kendati mereka telah menyaksikan sendiri tanda-tanda dan bukti-bukti yang jelas tentang kebenaran petunjuk-petunjuk itu, tetapi mereka tidak juga insaf dan tetap tidak mau mengikutinya. Padahal kalau mereka mau mengikuti petunjuk para rasul dan meninggalkan kemusyrikan, mau mohon ampun kepada Allah, dan bertobat atas kemaksiatan yang dilakukannya pada waktu yang silam, niscaya mereka akan diberi ampunan. Tetapi semua itu tidak mereka kerjakan.

Demikian pula kaum musyrikin Quraisy, mereka tidak mau mengikuti petunjuk Al-Qur’an, karena sifat ingkar dan keras kepala yang telah mengakar pada jiwa mereka. Sifat inilah yang mendorong mereka meminta ditimpakan siksaan atas mereka, sebagaimana yang pernah ditimpakan kepada orang-orang yang terdahulu, yaitu azab yang membinasakan mereka sampai ke akar-akarnya (‘azāb isti’ṣāl), atau azab yang ditimpakan kepada mereka berturut-turut, azab demi azab dengan nyata.

Permintaan orang-orang musyrik Quraisy yang menentang Allah dan mengejek Rasulullah saw itu diterangkan oleh Allah swt dalam firman-Nya:

وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ ٣٢

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih.” (al-Anfāl/8: 32)

Sikap mereka yang demikian itu menunjukkan kekafiran yang berlebihan yang mencelakakan bagi diri mereka sendiri.

Isi Kandungan Kosakata

Waqran وَقْرًا (al-Kahf/18: 54)

Waqran berasal dari kata waqara yang berarti sumbatan yang ada di telinga. Waqarat użunuhu berarti telinganya telah menjadi tuli dan tak bisa mendengar. Waqr juga diartikan penutup telinga yang dikenakan pada keledai atau unta. Arti lain dari waqr adalah tenang, kewibawaan, kebesaran dan rasa terhormat. Dalam Surah Nūh/71: 13: mā lakum lā tarjūna lillāhi waqāran, diartikan dengan kebesaran Allah. Dalam Surah al-Aḥzāb/33:33, waqarna bi buyūtikunna diartikan dengan hendaklah kalian tetap tenang di rumahmu. Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah meletakkan penyumbat (penutup) di telinga orang-orang yang telah diperingatkan oleh Allah melalui ayat-ayat-Nya tetapi mereka berpaling dan lupa dengan apa yang telah dikerjakan. Untuk kelompok ini, sekalipun kamu Muhammad menyeru kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto