Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 110 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 110 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 304 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

Qul innamā ana basyarum miṡlukum yūḥā ilayya annamā ilāhukum ilāhuw wāḥid(un), faman kāna yarjū liqā'a rabbihī falya‘mal ‘amalan ṣāliḥaw wa lā yusyrik bi‘ibādati rabbihī aḥadā(n).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.

Makna Surat Al-Kahf Ayat 110
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah memerintah Nabi untuk menjelaskan jati dirinya. Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah diwahyukan kepadaku sesuai kehendak Allah bahwa sesungguhnya Tuhan kamu yang menjadi tujuan ibadah adalah Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya. Maka, barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya dan menghendaki ganjaran atas amal perbuatannya di akhirat kelak, maka hendaklah dia selalu mengerjakan kebajikan dan menjauhi semua hal keji dan mungkar serta janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya. Hendaklah dia beribadah kepada-Nya dengan tulus, bukan karena ria, dan dilandasi niat untuk menggapai rida-Nya.”[]

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Katakanlah kepada mereka, “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, mengakui bahwa semua ilmuku tidak sebanding dengan ilmu Allah, aku mengetahui sekedar apa yang diwahyukan Allah kepadaku, dan tidak tahu yang lainnya kecuali apa yang Allah ajarkan kepadaku. Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa, “Yang disembah olehku dan oleh kamu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa, yang tidak ada sekutu bagi-Nya.” Oleh karena itu barangsiapa yang mengharapkan pahala dari Allah pada hari perjumpaan dengan-Nya, maka hendaklah ia tulus ikhlas dalam ibadahnya, mengesakan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah-Nya dan tidak syirik baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi seperti riya, karena berbuat sesuatu dengan motif ingin dipuji orang itu termasuk syirik yang tersembunyi. Setelah membersihkan iman dari kemusyrikan itu hendaklah selalu mengerjakan amal saleh yang dikerjakannya semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw. bersabda:

اِنَّ اللّٰهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَقُوْلُ: اَنَا اَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ فَمَنْ عَمِلَ عَمَلًا اَشْرَكَ فِيْهِ غَيْرِيْ تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ. (رواه مسلم عن ابي هريرة)

Sesungguhnya Allah berfirman, “Saya adalah yang paling kaya di antara semua yang berserikat dari sekutunya. Dan siapa yang membuat suatu amalan dengan mempersekutukan Aku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya.” (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

Isi Kandungan Kosakata

Kalimātu Rabbī كَلِمَاتُ رَبِّيْ (al-Kahf/18: 109)

Artinya: Kalimat-kalimat Tuhanku. Kata kalimat adalah bentuk jamak -dari kalimah. Pada awalnya kalimah adalah sebuah kata, baik berupa kata benda (isim), kata kerja (fi’il), atau kata penghubung (huruf), baik dipahami maupun tidak. Namun seringkali digunakan untuk sesuatu yang lebih luas dari itu, seperti kalimah tauhid. Penggunaan kata yang terambil dari (ك- ل- م) dalam Al-Qur’an ada pada sekitar 75 tempat, sedangkan dalam bentuk jamak terdapat pada 14 tempat. Dalam 14 tempat tersebut kata ini kadangkala tidak diiḍafahkan dan dalam bentuk nakirah seperti (كلمات) pada al-Baqarah/2: 27 dan 124, untuk menunjukkan hal-hal yang bersifat umum, baik berupa doa atau berbagai macam cobaan dan lainnya, dan ada yang diiḍafahkan baik kepada lafal Allah, atau Rabbi/Rabbiha atau damir yang kembali kepada Allah. Para ulama mengartikan kalimat-kalimat Allah pada ayat ini sebagai pengetahuan-Nya. Jika demikian, maka sudah tentu pengetahuan Allah tidak ada batasnya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto