Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Maryam (Maryam)
مريم
Ayat 1 / 98 •  Surat 19 / 114 •  Halaman 305 •  Quarter Hizb 31.25 •  Juz 16 •  Manzil 4 • Makkiyah

كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ

Kāf hā yā ‘aīn ṣād.

Kāf Hā Yā ‘Ain Ṣād.

Makna Surat Maryam Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bila Surah al-Kahf ditutup dengan penegasan tentang luasnya ilmu Allah dan perintah untuk berbuat kebajikan dan bertauhid dalam ibadah kepada-Nya, maka Surah Maryam mengingatkan kembali manusia tentang ilmu Allah lainnya yang terkandung dalam berbagai ayat Al-Qur’an, seperti Kaf Ha Ya ‘Ain Sad. Makna sesungguhnya dari ayat ini hanya diketahui oleh Allah. Tujuannya adalah menggugah perhatian manusia tentang Al-Qur’an yang penuh hikmah dan tuntunan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Telah diterangkan dalam tafsir permulaan Surah al-Baqarah bahwa permulaan Surah-surah yang dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah seperti Alif Lām Mīm, Kāf Hā Yā ‘Aīn Ṣād dan sebagainya termasuk ayat “Mutasyābihāt” yang arti sesungguhnya hanya diketahui oleh Allah tujuannya agar jadi peringatan dan menambah perhatian tentang Al-Qur’an yang banyak mengandung hikmah dan rahasia yang mendalam.

Isi Kandungan Kosakata

1. Nidā’an Khafiyyā نِدَاءً خَفِيًّا (Maryam/19: 3)

Artinya: suara yang lembut. Nidā’ pada mulanya adalah menunjukkan arti panggilan. Jika memanggil kepada Allah disebut doa atau keluh kesah. Pada ayat ini Nabi Zakariya memanggil/berdoa kepada Tuhannya dengan suara lembut yang tersirat di dalamnya doa dan harapan. Cara berdoa seperti ini berarti keluh kesah yang muncul dari relung hati yang terdalam yang menunjukkan keikhlasan. Ada sekitar 8 keluh kesah dan pengharapan/doa. 4 keluhan dan pengharapan, yaitu lemahnya tulang, banyaknya uban di kepala, tidak pernah kecewa berdoa kepada Tuhannya, kekhawatiran terhadap mawali-mawalinya sepeninggalnya, kemandulan isterinya, sedangkan doanya ialah: Agar dia diberi putera/keturunan, Yang bisa mewarisinya dan mewarisi keluarga Yakub; Agar menjadi orang yang diridai Allah.

2. al-Mawāli اَلْمَوَالِي (Maryam/19: 5)

Al-Mawāli adalah bentuk jamak dari mawla. Akar katanya dari (و- ل-ي) yang mempunyai arti dekat. Kedekatan bisa dalam aspek tempat, nasab, agama, pertemanan, dan akidah. Dari sini kata wali/maula berkembang pada berbagai macam penggunaan seperti teman akrab, tetangga, penolong, anak paman dari jalur ayah, hamba sahaya yang dimerdekakan dan orang yang memerdekakan hamba sahaya. Al-Wala’ berarti loyalitas kepada yang lain karena dia terus menerus dekat dengan sesuatu tersebut. Al-Qur’an menggunakan kata "mawāli" dalam bentuk jamak di tiga tempat yaitu surah an-Nisā’/4:33, Maryam/19:5, dan al-Aḥzāb/33:5. Pada dua tempat pertama kata mawāli berarti para ahli waris, atau anak-anak paman. Sementara pada Surah al-Aḥzāb berarti hamba sahaya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto