قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ
Qayyimal liyunżira ba'san syadīdam mil ladunhu wa yubasysyiral-mu'minīnal-lażīna ya‘malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā(n).
(Dia menjadikannya kitab) yang lurus agar Dia memberi peringatan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.
Al-Qur’an diturunkan sebagai bimbingan yang lurus dan sempurna, tidak berlebihan dan tidak kurang di dalam tuntutan dan hukum-hukumnya, dengan tujuan untuk memperingatkan umat manusia akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya yang menimpa mereka yang tidak percaya, dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang kokoh imannya yang senantiasa mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, yaitu surga beserta kenikmatannya.
Allah swt menerangkan bahwa Al-Qur’an itu lurus, yang berarti tidak cenderung untuk berlebih-lebihan dalam memuat peraturan-peraturan, se-hingga memberatkan para hamba-Nya. Tetapi juga tidak terlalu singkat sehingga manusia memerlukan kitab yang lain untuk menetapkan peraturan-peraturan hidupnya. Al-Qur’an diturunkan kepada Muhammad saw agar beliau memperingatkan orang-orang kafir akan azab yang besar dari Allah, karena keingkaran mereka kepada Al-Qur’an. Juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar dari-Nya, karena keimanan mereka kepada Allah dan rasul-Nya, serta amal kebajikan yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
Bākhi’ Nafsaka بَاخِعٌ نَفْسَكَ (al-Kahf/18: 6)
Bākhi’ nafsaka artinya orang yang menyiksa atau menyengsarakan diri. Ayat 6 Surah al-Kahf ini dimulai dengan la’alla (ﻟﻌﻞ) yaitu:أداة التمني suatu kata yang biasa digunakan pada kalimat bentuk impian atau harapan. Tetapi la’alla dalam ayat ini dimaksudkan sebagai kata tanya yang bersifat inkari yang mengandung pengertian an-nahyu atau larangan. Maka ﻓﻠﻌﻠﻚ ﺑﺎخع ﻧﻔﺴﻚ artinya secara bebas ialah: Maka apakah kamu –mudah-mudahan tidak- akan menyiksa atau mencelakakan dirimu? Nabi memang sangat bersedih dan kecewa berat melihat orang-orang Quraisy tidak mau menerima ajaran dan dakwahnya, padahal keadaan mereka sudah sangat rusak, suka membunuh, berzina, minum minuman keras, bertindak kasar dan jahat, sama sekali tidak pernah menyayangi orang lemah, suka melakukan wa’dul banāt yaitu mengubur hidup-hidup anak mereka yang lahir perempuan, dan begitulah adat Jahiliah. Akan tetapi, mengapa mereka menolak petunjuk agama yang baik untuk beriman dan beramal saleh. Dalam hal ini, Allah kembali mengingatkan Nabi, bahwa tugas nabi dan rasul hanyalah menyampaikan dakwah, bukan memberi hidayah kepada mereka. Apabila Nabi sudah menyampaikan dakwahnya dan menjelaskannya dengan baik, maka tugasnya sudah selesai.
















































