Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 23 - Surat Al-Kahf (Gua)
الكهف
Ayat 23 / 110 •  Surat 18 / 114 •  Halaman 296 •  Quarter Hizb 30.25 •  Juz 15 •  Manzil 4 • Makkiyah

وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ

Wa lā taqūlanna lisyai'in innī fā‘ilun żālika gadā(n).

Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan hal itu besok,”

Makna Surat Al-Kahf Ayat 23
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Beberapa orang Quraisy bertanya kepada Nabi tentang roh, kisah penghuni gua dan kisah Zulkarnain. Nabi Muhammad menyuruh mereka datang besok pagi dan beliau menjanjikan akan menceritakan kepada meraka peristiwa ini. Allah memberi pelajaran dalam ayat ini, dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, yakni menjanjikan akan memberikan jawaban terhadap pertanyaan atau melakukan sesuatu dengan berkata “Aku pasti melakukan itu besok pagi,

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Sewaktu kaum musyrikin mengajukan tiga buah pertanyaan kepada Nabi Muhammad saw, atas saran dari pendeta-pendeta Yahudi di Madinah, yaitu tentang Aṣḥābul Kahf, Żul Qarnain, dan roh, maka beliau mengatakan, “Besok pagi saya akan menjawab apa yang kalian tanyakan.” Beliau tidak menyebutkan dalam perkataannya kata-kata insyā Allāh. Sebelum mengakhiri kisah Aṣḥābul Kahf, dalam ayat ini, Allah swt mengingatkan Rasul-Nya supaya beliau tidak mengucapkan janji atau suatu pernyataan untuk suatu pekerjaan dengan pasti dengan berkata, “Besok pagi akan kukerjakan.” Seharusnya beliau mengetahui bahwa tidak seorangpun yang tahu dengan pasti apa yang akan terjadi besok pagi.

Firman Allah:

وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا

Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. (Luqmān/31: 34)

Apa yang beliau janjikan kepada kaum musyrikin itu ternyata lima belas hari kemudian baru dapat beliau penuhi, yakni sesudah wahyu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu diturunkan.

Isi Kandungan Kosakata

Walyatalaṭṭaf وَلْيَتَلَطَّف ْ (al-Kahf/18: 22)

Walyatalaṭṭaf terbentuk dari akar kata laṭafa – yalṭafu - laṭfan yang berarti lemah lembut/ramah, atau suatu gerakan yang ringan dan halus tanpa diketahui oleh panca indera. Kemudian makna ini melebar menjadi suatu tingkah laku yang lemah lembut dan halus. Allah menamai diri-Nya dengan nama al-Laṭīf yang berarti Yang Mahalembut. Dalam ayat ini, dijelaskan bahwa para aṣḥābul kahf menyarankan kepada temannya yang akan pergi ke kota untuk berlaku lemah lembut ketika akan membeli kebutuhan mereka, begitu pula terhadap orang-orang yang ia temui baik dalam perjalanan atau pun ketika sudah masuk kawasan perkotaan. Hal ini dilakukan agar orang-orang tidak merasa curiga dengan kehadiran mereka. Ayat ini juga mengandung ibrah (pelajaran) bahwa seseorang yang pergi ke luar sebaiknya berperilaku sopan dan lemah lembut terhadap orang-orang yang ditemuinya.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto