وَتِلْكَ الْقُرٰٓى اَهْلَكْنٰهُمْ لَمَّا ظَلَمُوْا وَجَعَلْنَا لِمَهْلِكِهِمْ مَّوْعِدًا ࣖ
Wa tilkal-qurā ahlaknāhum lammā ẓalamū wa ja‘alnā limahlikihim mau‘idā(n).
(Penduduk) negeri-negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim dan telah Kami tetapkan waktu bagi kebinasaan mereka.
Demikianlah azab dan siksa yang Allah timpakan kepada umat-umat terdahulu. Dan penduduk negeri itu, misalnya kaum ‘Ad dan kaum Samud, telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. Apa yang telah terjadi pada kaum ‘Ad dan Samud itu dapat pula terjadi bagi siapa pun yang durhaka apabila Allah menghendaki.”
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan kembali negeri-negeri yang telah dibinasakan beserta penduduknya, karena tetap berbuat zalim dan kufur kepada ayat-ayat Allah, kendatipun telah diberi peringatan dan ancaman oleh para rasul yang diutus kepada mereka. Negeri-negeri beserta penduduknya itu antara lain: Madyan (negeri kaum Syuaib), Ḥijr (negeri kaum Ṡamūd), al-Aḥqāf (negeri kaum ‘Ād), dan Sodom (negeri kaum Luṭ).
Kebinasaan mereka itu sengaja disebutkan kembali dengan maksud bahwa kendati Allah memiliki sifat Pengampun dan Mahaluas Rahmat-Nya, namun kalau suatu bangsa atau penduduk suatu negeri tetap berbuat zalim dan kufur kepada ayat-ayat Allah, mereka akan dihancurkan beserta negerinya.
Selain dari sifat tersebut di atas, Allah juga memiliki sifat Maha Adil. Dia akan menjatuhkan azab dan hukuman sesuai dengan tindak perbuatan hamba-Nya itu sendiri. Hal ini pun berlaku atas kaum kafir dan musyrikin Quraisy. Kalau sudah datang waktunya, maka para pemuka kaum Quraisy Mekah itu dihancurkan Tuhan, yaitu pada Perang Badar.
Peringatan ini dimaksudkan juga untuk menambah kuat dan mantap keimanan orang-orang yang sudah beriman.
Waqran وَقْرًا (al-Kahf/18: 54)
Waqran berasal dari kata waqara yang berarti sumbatan yang ada di telinga. Waqarat użunuhu berarti telinganya telah menjadi tuli dan tak bisa mendengar. Waqr juga diartikan penutup telinga yang dikenakan pada keledai atau unta. Arti lain dari waqr adalah tenang, kewibawaan, kebesaran dan rasa terhormat. Dalam Surah Nūh/71: 13: mā lakum lā tarjūna lillāhi waqāran, diartikan dengan kebesaran Allah. Dalam Surah al-Aḥzāb/33:33, waqarna bi buyūtikunna diartikan dengan hendaklah kalian tetap tenang di rumahmu. Dalam ayat ini, Allah swt menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah telah meletakkan penyumbat (penutup) di telinga orang-orang yang telah diperingatkan oleh Allah melalui ayat-ayat-Nya tetapi mereka berpaling dan lupa dengan apa yang telah dikerjakan. Untuk kelompok ini, sekalipun kamu Muhammad menyeru kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.












































