فَاَثَابَهُمُ اللّٰهُ بِمَا قَالُوْا جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ وَذٰلِكَ جَزَاۤءُ الْمُحْسِنِيْنَ
Fa aṡābahumullāhu bimā qālū jannātin tajrī min taḥtihal-anhāru khālidīna fīhā, wa żālika jazā'ul-muḥsinīn(a).
Maka, Allah memberi pahala kepada mereka atas sesuatu yang telah mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan.
Maka Allah memberi pahala kepada mereka, Ahli Kitab yang jujur dan konsisten terhadap kebenaran agamanya, atas perkataan yang telah mereka ucapkan, yaitu pernyataan, “Dan tidak ada alasan bagi kami tidak akan beriman kepada Allah.” Mereka mendapat balasan berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, merasakan kenikmatan yang tidak putus. Dan itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, terhadap diri mereka sendiri dengan tidak menyembunyikan kebenaran Taurat atau Injil, yang merupakan wahyu Allah.
Berdasarkan ucapan mereka yang mengungkapkan keimanan dan keikhlasan mereka yang sungguh-sungguh kepada Allah, maka Allah memberi mereka pahala, berupa surga tempat mereka memperoleh kenikmatan dan karunia Allah yang berupa kebun-kebun dan taman-taman yang indah. Pada hakekatnya keindahan dan kenikmatan yang mereka peroleh di dalam surga itu tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Surga akan dikaruniakan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh semasa ia hidup di dunia.
Tafīḍu minad-dam’i تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ( al-Mā’idah/5: 83)
Kata tafīḍu adalah bentuk Muḍari’dari fāḍa, yafīḍu, faiḍan, fayaḍan, yang artinya berkisar antara mengalir, mencucur, melimpah karena penuh, membanjiri. Kata tafīḍu minad-dam’i secara harfiah berarti mata mereka dipenuhi air mata karena penuhnya air mata. Ungkapan ini merupakan bahasa sastra Al-Qur’an yang cukup tinggi, tujuannya adalah mubalagah atau melebih-lebihkan karena tidak mungkin matanya yang keluar, tapi yang keluar adalah air matanya, asalnya adalah fāḍa dam’u ‘ainihi artinya mencucur air matanya. Tapi karena air matanya keluar demikian deras sehingga seakan-akan mata merekalah yang keluar.












































