وَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ ࣖ
Wal-lażīna kafarū wa każżabū bi'āyātinā ulā'ika aṣḥābul-jaḥīm(i).
Adapun orang-orang yang kufur dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni (neraka) Jahim.
Dan orang-orang kafir, termasuk dari kalangan ahli kitab seperti Yahudi dan Nasrani, serta orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, yaitu Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, di akhirat nanti, mereka itu akan menjadi penghuni neraka jahim yang kekal di dalamnya.
Kaum Nasrani yang beriman kepada Allah dan kepada Al-Qur′an adalah orang-orang yang mau berpikir, insaf, dan tidak fanatik. Tetapi ada orang yang fanatik kepada kesesatan dan ingkar kepada kebenaran, mereka mengingkari Al-Qur′an. Mereka adalah Ahli Kitab, yaitu Yahudi dan Nasrani yang sudah tertutup hatinya untuk menerima kebenaran, mereka hanya merasa benar sendiri. Dalam ayat ini Allah menyebutkan ancaman-Nya terhadap orang-orang yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya yang telah menerangkan sifat-sifat kesempurnaan dan kemahaesaan-Nya, serta menjelaskan kebenaran Rasul-Nya mengenai wahyu Allah yang telah disampaikannya. Mereka pasti akan menjadi penghuni neraka Jahīm. Dengan kekafiran mereka terhadap Allah, berarti mereka telah menganiaya diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka akan menderita siksa yang berat, dan mereka kekal dalam neraka itu.
Tafīḍu minad-dam’i تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ( al-Mā’idah/5: 83)
Kata tafīḍu adalah bentuk Muḍari’dari fāḍa, yafīḍu, faiḍan, fayaḍan, yang artinya berkisar antara mengalir, mencucur, melimpah karena penuh, membanjiri. Kata tafīḍu minad-dam’i secara harfiah berarti mata mereka dipenuhi air mata karena penuhnya air mata. Ungkapan ini merupakan bahasa sastra Al-Qur’an yang cukup tinggi, tujuannya adalah mubalagah atau melebih-lebihkan karena tidak mungkin matanya yang keluar, tapi yang keluar adalah air matanya, asalnya adalah fāḍa dam’u ‘ainihi artinya mencucur air matanya. Tapi karena air matanya keluar demikian deras sehingga seakan-akan mata merekalah yang keluar.
















































