Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 81 - Surat Al-Mā'idah (Hidangan)
الماۤئدة
Ayat 81 / 120 •  Surat 5 / 114 •  Halaman 121 •  Quarter Hizb 12.75 •  Juz 6 •  Manzil 2 • Madaniyah

وَلَوْ كَانُوْا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالنَّبِيِّ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوْهُمْ اَوْلِيَاۤءَ وَلٰكِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ

Wa lau kānū yu'minūna billāhi wan-nabiyyi wa mā unzila ilaihi mattakhażūhum auliyā'a wa lākinna kaṡīram minhum fāsiqūn(a).

Seandainya mereka beriman kepada Allah, Nabi (Muhammad), dan apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai sekutu.222) Akan tetapi, banyak di antara mereka adalah orang-orang fasik.

Makna Surat Al-Ma'idah Ayat 81
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Dan sekiranya mereka, yaitu orang-orang Yahudi yang bekerja sama dengan orang kafir, itu beriman kepada Allah, kepada Nabi Muhammad, dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, yaitu Al-Qur’an, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang musyrik itu sebagai penolong-penolong atau teman setia yang membantu mereka untuk memerangi Nabi dan umat Islam. Akan tetapi, kenyataannya banyak di antara mereka adalah orang-orang yang fasik, yang sering melakukan penyimpangan dari ajaran agamanya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa kalau masyarakat Yahudi yang tolong-menolong dengan kaum musyrik Arab itu beriman kepada Nabi Musa sebagaimana pengakuan mereka, serta beriman kepada ajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa, tentulah mereka tidak mungkin tolong-menolong dengan orang-orang musyrik yang menyembah berhala. Karena ajaran agama mereka yang murni tidak dapat membenarkan hal itu. Tetapi kebanyakan mereka adalah orang fasik yang oleh karenanya mereka dapat bersatu dan berkerja sama karena diikat oleh suatu kepentingan yaitu menentang Nabi Muhammad, menolak ajaran-ajaran Al-Qur’an dan berusaha membikin jera orang yang beriman kepada Muhammad.

Isi Kandungan Kosakata

Ya’tadūn يَعْتَدُوْنَ (al-Mā’idah/5: 78)

Ya’tadūn terambil dari fi’il māḍī i’tada, masdarnya i’tidā’ artinya “melampaui batas” (al-Baqarah/2:190). Dalam ayat 78 dinyatakan bahwa orang-orang kafir dari Bani Israil telah dikutuk melalui dua nabi Allah (Dawud a.s. dan Isa bin Maryam) akibat mereka melakukan perbuatan dosa kepada Allah dan Rasul-Nya serta selalu melampaui batas. Ya’tadūn datang dalam bentuk kata kerja kini dan yang akan datang (ḥāl dan mustaqbal), hal ini memberikan pengertian bahwa perbuatan Yahudi yang melampaui batas tersebut bukan saja dilakukan pada saat turunnya ayat ini, tetapi terus-menerus mereka lakukan sampai akhir zaman.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto