اِعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۗ
I‘lamū annallāha syadīdul-‘iqāb(i), wa annallāha gafūrur raḥīm(un).
Ketahuilah bahwa Allah sangat keras hukuman-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Wahai orang-orang beriman, ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya bagi siapa saja yang melanggar hukum-Nya; dan ketahuilah juga bahwa Allah Maha Pengampun bagi siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang bertobat dari dosa-dosanya dengan tobat nasuha, Maha Penyayang kepada siapa saja yang menyayangi makhluk-Nya.
Setelah Allah menjelaskan bahwa semua balasan atas perbuatan-perbuatan yang jelek adalah di tangan-Nya, dan Dia mengetahui segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya, maka Allah menegaskan lagi tugas Rasul-Nya yaitu: menyampaikan risalah, yakni menyampaikan hukum-hukum, peraturan-peraturan dan petunjuk-petunjuk-Nya, serta wa’d (janji) dan wa’īd (ancaman)-Nya. Apabila semua itu telah dilaksanakan oleh Rasul selesailah tugasnya, dan lepaslah ia dari tanggung jawabnya, untuk selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab orang-orang beriman. Adapun pemberian pahala kepada orang-orang yang taat, dan menimpakan azab kepada orang-orang yang durhaka, adalah hak dan wewenang Allah semata.
Pada akhir ayat ini, kembali Allah menegaskan, bahwa Dia senantiasa mengetahui apa yang diperbuat manusia secara terang-terangan, maupun yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, termasuk gerak-gerik hati sanubari mereka. Ini merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang tidak menaati peraturan dan hukum-hukum-Nya. Oleh sebab itu, sepantasnyalah manusia bertakwa kepada-Nya, dan tidak menyalahi perintah-perintah-Nya.
Al-Balāg اَلْبَلاَغُ (al-Mā’idah/5: 99)
Kata ini adalah Isim Masdar atau nama dari kata jadian atau nama yang menempati tempatnya masdar. Balāg adalah nama dari satu pekerjaan menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Akar katanya dari (ب- ل- غ) yaitu al-wuṡūl ilasy-syai’ artinya sampainya sesuatu kepada sesuatu yang lain. Balāg diartikan dengan penyampaian. tapi maksudnya adalah tablig atau menyampaikan kepada orang lain. Menggunakan isim masdar dalam hal yang semestinya menggunakan bentuk masdar mempunyai nilai sastera yang tinggi, karena sosok rasul sebagai orang yang menyampaikan pesan-pesan Allah (tablig) sudah tidak muncul lagi, yang muncul adalah nama dari pekerjaannya (balāg), sehingga rasul identik dengan balāg, bukan dengan tablig. Dikatakan ballaga yuballigu balāgan maksudnya adalah tabligan. Artinya ia telah menyampaikan sesuatu yang diperintahkan kepadanya.
Al-Qur’an menggunakan kata ini pada 15 tempat, semuanya terkait dengan tugas para rasul Allah yaitu menyampaikan pesan-pesan Allah atau peringatan-peringatanNya kepada manusia
















































