Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 10 - Surat Al-Mujādalah (Gugatan)
المجادلة
Ayat 10 / 22 •  Surat 58 / 114 •  Halaman 543 •  Quarter Hizb 55 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

اِنَّمَا النَّجْوٰى مِنَ الشَّيْطٰنِ لِيَحْزُنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيْسَ بِضَاۤرِّهِمْ شَيْـًٔا اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُوْنَ

Innaman-najwā minasy-syaiṭāni liyaḥzunal-lażīna āmanū wa laisa biḍārrihim syai'an illā bi'iżnillāh(i), wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu'minūn(a).

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu hanyalah dari setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedangkan (pembicaraan) itu tidaklah memberi mudarat sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.

Makna Surat Al-Mujadalah Ayat 10
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Orang beriman dilarang mengadakan pembicaraan rahasia karena pembicaraan rahasia itu karakter setan dalam menghasut manusia membangkitkan permusuhan dan kebencian. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk perbuatan setan dalam membujuk manusia mengikuti strateginya: berpaling dari Allah, mengikuti dorongan rendah dan membawa manusia kepada jurang kemaksiatan agar orang-orang beriman itu setelah tertipu strategi setan menyesal dan bersedih hati, sedang pembicaraan rahasia itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, orang-orang beriman, kecuali dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal, menyerahkan hidup dan kehidupannya lahir batin setelah merencanakan secara optimal dan berusaha secara maksimal.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan bahwa berbisik-bisik dan mengadakan perundingan rahasia untuk menimbulkan permusuhan dan pertentangan itu adalah usaha dan perbuatan setan. Ia mendorong manusia melakukannya, agar mereka mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Itulah tujuan hidup setan. Ia mempengaruhi manusia sejak dari nenek moyang mereka, yaitu Nabi Adam. Semakin banyak manusia yang dapat digodanya, semakin banyak temannya di neraka.

Diterangkan pula bahwa usaha setan adalah untuk menimbulkan kesedihan dalam hati orang-orang yang beriman. Bisik-bisik dan perundingan rahasia yang dilakukan orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik, menimbulkan rasa tidak aman dalam hati orang-orang yang beriman. Sebenarnya kecelakaan manusia yang diusahakan oleh setan tidak akan terwujud dan terlaksana, tanpa izin dari Allah yang Mahakuasa lagi Maha Menentukan segala sesuatu.

Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan bahwa kaum Muslimin tidak boleh terpancing dan merasa tidak aman karena bisik-bisik dan perjanjian rahasia yang diadakan orang-orang kafir. Semuanya tidak akan terlaksana, kecuali jika Allah mengizinkannya. Oleh karena itu, setiap Muslim mesti bertawakal kepada Allah dan tidak percaya kepada siapa pun, kecuali kepada-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

1. Al-Iṡm اْلاِثْمُ (al-Mujādalah/58: 8)

Kata ini dalam Al-Qur’an disebut tidak kurang dari 49 kali dengan berbagai bentuknya, yang artinya “dosa” atau “bahaya.” Di luar konteks ayat ini, al-iṡmu diartikan sebagai sesuatu yang terbesit di hati seseorang dan dia merasa tidak enak kalau orang lain mengetahuinya. Yang dilarang dipercakapkan dengan rahasia di sini, tidak hanya hal-hal yang dapat membawa al-iṡm (dosa), tetapi juga permusuhan (al-‘udwān) dan durhaka kepada rasul. Termasuk dalam pengertian yang dilarang itu adalah perbincangan yang menjelek-jelekkan kaum Muslimin, dan bisik-bisik dalam rangka durhaka kepada Rasulullah.

2. Al-‘Udwān الْعُدْوَانُ (al-Mujādalah/58: 8)

Al-‘Udwān adalah maṣdar, wazan fu‘lān. Artinya “permusuhan.” Termasuk dalam arti permusuhan jika seseorang memandang pihak lain dengan rasa benci, pihak lain sebagai berbahaya, harus diwaspadai, atau harus disingkirkan. Sikap-sikap serupa itu tentu sangat mengganggu kehidupan bermasyarakat. Pergaulan hidup masyarakat yang harmonis sangat sulit dapat terwujud, karena yang satu memandang yang lain sebagai musuh (al-‘aduww). Al-Qur’an memberi petunjuk bahwa setanlah musuh manusia, yang harus diwaspadai segala bujuk-rayunya. Akan tetapi, karena keburukan jiwa orang munafik dan orang Yahudi, mereka terbiasa memandang kaum Muslimin dengan “sikap permusuhan.” Karena mereka bersikap seperti itu, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto