Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 18 - Surat Al-Mujādalah (Gugatan)
المجادلة
Ayat 18 / 22 •  Surat 58 / 114 •  Halaman 544 •  Quarter Hizb 55.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيَحْلِفُوْنَ لَهٗ كَمَا يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ عَلٰى شَيْءٍۗ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْكٰذِبُوْنَ

Yauma yab‘aṡuhumullāhu jamī‘an fa yaḥlifūna lahū kamā yaḥlifūna lakum wa yaḥsabūna annahum ‘alā syai'(in), alā innahum humul-kāżibūn(a).

(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah membangkitkan mereka semuanya. Lalu, mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka mukmin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu. Mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat dari dustanya). Ketahuilah, sesungguhnya mereka adalah para pendusta.

Makna Surat Al-Mujadalah Ayat 18
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Pada hari Kiamat nanti, ketika mereka semua, orang-orang munafik, dibangkitkan Allah dari alam kubur menuju mahsyar, lalu mereka bersumpah kepada-Nya bahwa mereka orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan orang-orang kafir, sebagaimana mereka bersumpah kepadamu di dunia bahwa mereka orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, padahal sumpah mereka itu atas kebohongan, yakni bersumpah beriman, padahal sejatinya tidak beriman; dan mereka menyangka bahwa mereka dengan bersumpah palsu itu akan memperoleh sesuatu manfaat, dikeluarkan dari neraka. Ketahuilah, bahwa mereka orang-orang pendusta baik di dunia di hadapan Rasulullah maupun di akhirat di hadapan Allah.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Orang-orang yang menyatakan bahwa harta dan anak-anak mereka dapat dipergunakan untuk menghindarkan diri dari azab Allah di akhirat, mereka juga berdusta di hadapan Allah ketika hari perhitungan nanti. Mereka bersumpah bahwa mereka benar-benar termasuk orang-orang beriman, sebagaimana mereka telah bersumpah sewaktu mereka hidup di dunia, seakan-akan mereka dapat mengelabui Allah dengan pengakuan tersebut. Mereka mengira bahwa dengan berdusta seperti itu, mereka akan dapat menghindarkan diri dari azab yang akan ditimpakan kepada mereka.

Ayat ini mengisyaratkan bahwa watak dan sifat seorang manusia selama hidup di dunia akan diperlihatkan Allah di akhirat. Jika watak, sifat, dan tabiat mereka baik selama hidup di dunia, maka hal itu akan tampak baik di akhirat. Sebaliknya jika watak, sifat, dan tabiat mereka jelek selama hidup di dunia, hal itu akan tampak jelek di akhirat. Di dunia mereka masih dapat mengelabui mata manusia, sedangkan di akhirat, mereka langsung berhadapan dengan Allah yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.

Dalam ayat-ayat yang lain, Allah menerangkan sikap orang-orang munafik di akhirat, yaitu:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ ١١ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْن َ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ ١٢

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (al-Baqarah/2: 11-12)

Isi Kandungan Kosakata

1. Tawallau تَوَلَّوْا (al-Mujādalah/58: 14)

Tawallau artinya menjadikan teman atau menyerahkan urusan, berasal dari kata al-waliyy, yang berarti dekat, atau wali, yaitu siapa yang mengurus urusan orang lain. Sedangkan tawallā berarti an-nuṣrah atau pertolongan. Ayat ini membicarakan keburukan lain dari orang-orang munafik yaitu menjadikan musuh-musuh Islam sebagai teman sejawat atau teman dekat dan saling tolong-menolong dengan mereka.

2. Ḥizbusy-Syaiṭān حِزْبُ الشَّيْطَانِ (al-Mujādalah/58: 19)

Ḥizbusy-syaiṭān artinya kelompok setan. Al-ḥizb adalah berkumpulnya sesuatu seperti sekelompok manusia. Ayat ini menggambarkan kerugian orang-orang munafik yang telah bergabung dengan setan karena mereka lupa mengingat Allah baik dengan lisan maupun dengan hati, sehingga tertipu oleh tipu daya setan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto