Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 17 - Surat Al-Mujādalah (Gugatan)
المجادلة
Ayat 17 / 22 •  Surat 58 / 114 •  Halaman 544 •  Quarter Hizb 55.25 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

لَنْ تُغْنِيَ عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔاۗ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Lan tugniya ‘anhum amwāluhum wa lā aulāduhum minallāhi syai'ā(n), ulā'ika aṣḥābun-nār(i), hum fīhā khālidūn(a).

Harta benda dan anak-anak mereka tidak berguna sedikit pun (untuk menolong mereka) dari (azab) Allah. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

Makna Surat Al-Mujadalah Ayat 17
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Allah menjelaskan bahwa harta dan anak-anak tidak dapat menyelamatkan mereka dari azab yang menghinakan itu. Harta benda yang diperoleh dengan menghalalkan segala cara dan anak-anak mereka yang mendorong mereka mencari harta dengan cara seperti itu, ketika menghadap Allah tidak berguna sedikit pun untuk menolong mereka dari azab Allah, karena yang akan menyelamatkan itu iman dan amal saleh, sedangkan harta dan anak hanya penopang. Mereka itulah penghuni neraka, karena keputusan mereka waktu hidup memilih tidak beriman, mereka kekal di dalamnya tanpa ada harapan keluar dari neraka.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa harta dan anak-anak orang munafik tidak dapat membantu menyelamatkan dan menghindarkan diri mereka dari azab Allah. Ayat ini menggambarkan bahwa watak dan sifat orang-orang munafik adalah merasa bangga mempunyai anak-anak dan harta yang banyak, seakan-akan apa yang mereka miliki itu dapat membela dan melepaskan mereka dari malapetaka yang mengancam mereka. Allah berfirman:

وَقَالُو ْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْن َ ٣٥

Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.” (Saba'/34: 35)

Karena mendapat nikmat yang besar di dunia, maka orang-orang munafik itu merasa bahwa mereka adalah orang yang dikasihi Allah dan tidak akan diazab di akhirat. Menurut mereka, gambaran kehidupan akhirat bagi seseorang adalah kehidupan dunianya. Jika seseorang berbahagia dalam kehidupan dunia, tentu mereka berbahagia pula dalam kehidupan akhirat. Sebaliknya jika mereka sengsara dalam kehidupan dunia, tentu akan sengsara pula dalam kehidupan akhirat. Dugaan mereka itu keliru, karena tujuan hidup yang utama ialah mencari keridaan Allah. Selama seorang mencari keridaan Allah dalam kehidupannya, selama itu pula ia dilindungi-Nya, baik ia terlihat hidup berkecukupan atau tidak.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa orang-orang yang menyatakan harta dan anak-anak mereka dapat digunakan untuk menghindarkan diri dari azab Allah akan menjadi penghuni neraka di akhirat. Mereka kelak hidup di dalamnya dengan penuh penderitaan.

Isi Kandungan Kosakata

1. Tawallau تَوَلَّوْا (al-Mujādalah/58: 14)

Tawallau artinya menjadikan teman atau menyerahkan urusan, berasal dari kata al-waliyy, yang berarti dekat, atau wali, yaitu siapa yang mengurus urusan orang lain. Sedangkan tawallā berarti an-nuṣrah atau pertolongan. Ayat ini membicarakan keburukan lain dari orang-orang munafik yaitu menjadikan musuh-musuh Islam sebagai teman sejawat atau teman dekat dan saling tolong-menolong dengan mereka.

2. Ḥizbusy-Syaiṭān حِزْبُ الشَّيْطَانِ (al-Mujādalah/58: 19)

Ḥizbusy-syaiṭān artinya kelompok setan. Al-ḥizb adalah berkumpulnya sesuatu seperti sekelompok manusia. Ayat ini menggambarkan kerugian orang-orang munafik yang telah bergabung dengan setan karena mereka lupa mengingat Allah baik dengan lisan maupun dengan hati, sehingga tertipu oleh tipu daya setan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto