Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 6 - Surat Al-Mujādalah (Gugatan)
المجادلة
Ayat 6 / 22 •  Surat 58 / 114 •  Halaman 542 •  Quarter Hizb 55 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْاۗ اَحْصٰىهُ اللّٰهُ وَنَسُوْهُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ࣖ

Yauma yab‘aṡuhumullāhu jamī‘an fa yunabbi'uhum bimā ‘amilū, aḥṣāhullāhu wa nasūh(u), wallāhu ‘alā kulli syai'in syahīd(un).

Pada hari itu Allah membangkitkan mereka semua, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah menghitungnya (semua amal) meskipun mereka telah melupakannya. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Makna Surat Al-Mujadalah Ayat 6
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Kehinaan bagi yang mengingkari hukum Allah yang disebutkan pada ayat di atas akan diberikan pada hari Kiamat, yaitu: pada hari itu mereka semuanya dibangkitkan Allah menuju padang mahsyar, tempat berkumpul manusia sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir, lalu diberitakan kepada mereka semua apa yang telah mereka kerjakan dengan lengkap, menyeluruh, dan terinci; Allah menghitungnya dengan akurat semua amal perbuatan mereka itu, meskipun mereka telah melupakannya karena sudah berlangsung lama, tetapi Allah mengetahuinya, ada catatan dua malaikat, ada dokumentasi pada diri manusia (Lihat: Surah al-Isra/17: 13-14) dan ada kesaksian kedua tangan dan kaki (Lihat: Surah Yasin/36: 65). Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu yang dilakukan manusia.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan keadaan orang-orang yang menentang dan melanggar hukum Allah di akhirat nanti. Allah mengumpulkan mereka semua sejak manusia pertama yaitu Adam, sampai saat terakhir kehidupan manusia, pada hari Kiamat. Kemudian Allah memberitahukan kepada mereka yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia. Semuanya itu tercatat dalam kitab catatan mereka masing-masing, tidak ada satu pun yang dilupakan, walaupun mereka sendiri telah melupakannya karena tidak sesuatu pun yang luput dari pengetahuan Allah.

Isi Kandungan Kosakata

Kubitū كُبِتُوْا (al-Mujādalah/58: 5)

Kata kubitū dengan wazan mabnī majhūl, disebut dua kali dalam ayat ini dalam bentuk jama‘ (plural/banyak), dan dalam bentuk mufrad (singular/ tunggal) dalam kalimat berikutnya (kamā kubita), dari kabita-yakbitu-kabtan. Kabita artinya menghinakan. Kubita artinya ‘ukhziya (dihinakan). Sedangkan kata kubitū yang menggunakan fi‘il māḍī (kata kerja lampau) yang di sini berhubungan dengan mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya, artinya “mereka akan dihinakan”, sebagaimana orang-orang yang membunuh para utusan Allah sebelum mereka.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto