Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 18 - Surat Al-Mulk (Kerajaan)
المُلك
Ayat 18 / 30 •  Surat 67 / 114 •  Halaman 563 •  Quarter Hizb 57 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيْرِ

Wa laqad każżabal-lażīna min qablihim fakaifa kāna nakīr(i).

Sungguh, orang-orang sebelum mereka pun benar-benar telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka, betapa hebatnya kemurkaan-Ku!

Makna Surat Al-Mulk Ayat 18
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Jangan ada yang menduga bahwa ancaman yang dikemukakan pada ayat-ayat yang lalu hanya “gertak sambal” yaitu ancaman yang tanpa bukti. Sungguh ancaman itu dapat juga menimpa kaum musyrik Mekah. Ayat ini menegaskan: Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka kaum musyrik Mekah itu pun telah mendustakan dan mendurhakai rasul-rasul-Nya. Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Kemudian Allah memerintahkan agar orang-orang kafir memperhatikan penderitaan yang telah dialami umat-umat yang terdahulu, karena telah mendustakan para rasul yang telah diutus kepada mereka. Di antaranya seperti kaum Nuh yang telah ditenggelamkan banjir yang mahadahsyat, kaum Syuaib yang telah dibinasakan dengan petir, serta Fir‘aun dan kaumnya telah ditenggelamkan di Laut Merah. Mereka semua baru menyesali perbuatan yang mereka lakukan pada saat azab itu datang menimpa. Semuanya bisa menjadi pelajaran untuk direnungkan dan diperhatikan betapa dahsyat siksa Allah yang ditimpakan kepada orang-orang yang durhaka kepada-Nya.

Isi Kandungan Kosakata

Tamūr تَمُوْر (al-Mulk/67: 16)

Kata tamūr merupakan fi’il muḍāri‘ (kata kerja berlanjut), dari māra-yamūru-mauran, yang sama artinya dengan kata tadūru: berputar, bergerak, atau berguncang. Kata tamūr digunakan di sini untuk menunjukkan bahwa perputaran dan pergerakan bumi tidak lagi seperti biasanya dalam rotasinya yang normal, tetapi perputaran atau pergerakan dalam bentuknya yang lain, seperti permukaannya terbalik ke bawah, atau yang bagian bawah terbalik ke atas, dengan porak-poranda, sebagaimana terjadi pada kaum Nabi Lut, yang merupakan azab dari Allah. Perputaran dan pergerakan bumi serupa itu tentulah dalam bentuk guncangannya yang sangat dahsyat, yang statusnya sebagai azab Allah. Karena fenomena tersebut pernah terjadi pada kaum Nabi Lut, maka wajar dimunculkan lagi pertanyaan, “Apakah kamu merasa aman bahwa Tuhan yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba bumi berguncang dengan dahsyat?”

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto