Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 27 - Surat Al-Mulk (Kerajaan)
المُلك
Ayat 27 / 30 •  Surat 67 / 114 •  Halaman 564 •  Quarter Hizb 57 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ

Falammā ra'auhu zulfatan sī'at wujūhul-lażīna kafarū wa qīla hāżal-lażī kuntum bihī tadda‘ūn(a).

Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).”

Makna Surat Al-Mulk Ayat 27
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Keadaan kaum musyrik yang mengolok kedatangan Kiamat dan mendurhakai Allah digambarkan dalam ayat ini. Maka ketika mereka melihat azab yang mereka dustakan itu sudah dekat kehadirannya yaitu pada hari Kiamat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan kepada mereka, “Inilah azab yang dahulunya selalu kamu minta untuk disegerakan.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa hati orang-orang kafir menjadi kecut dan warna muka mereka berubah setelah meyakini akan dekatnya kedatangan azab yang dijanjikan pada hari Kiamat dan kedahsyatan yang akan menimpa mereka pada hari itu. Mereka berada dalam keadaan penuh ketakutan dan penyesalan yang tidak henti-hentinya. Pada saat itu malaikat mengatakan, “Inilah hari Kiamat dan azab Allah yang kamu dustakan sewaktu hidup di dunia dahulu, bahkan kamu selalu meminta-minta kedatangannya.”

Pada ayat yang lain, Allah berfirman:

وَبَدَا لَهُمْ سَيِّاٰتُ مَا كَسَبُوْا وَحَاقَ بِهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْ نَ ٤٨

Dan jelaslah bagi mereka kejahatan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka diliputi oleh apa yang dahulu mereka selalu memperolok-olokkannya. (az-Zumar/39: 48)

Isi Kandungan Kosakata

Kosakata : Ma‘īn مَعِيْنٌ (al-Mulk/67: 30)

Kata ma‘īn dalam ayat ini adalah kata terakhir dari kata yang sama dari empat kali yang disebutkan Al-Qur’an. Pertama, disebutkan dalam Surah al-Mu’minūn/23: 50; kedua, dalam Surah aṣ-Ṣaffāt/37: 45, ketiga, dalam Surah al-Wāqi‘ah/56: 18, dan keempat, dalam ayat ini, Surah al-Mulk/67. Surah pertama tersebut berbicara tentang kata wa ma‘īn yang artinya “dan mata air mengalir”. Surah kedua dan ketiga berbicara tentang gelas yang berisi air dari mata air di surga. Demikian pula dalam Surah al-Mulk ini, kata ma‘īn muncul sebagai kata sifat dari air (mā’) yang disebut sebelumnya, yang artinya air “yang berasal dari sumber yang mengalir”. Menurut Ibnu al-Jauzī, ma‘īn artinya adalah air yang jelas dapat dilihat mata kepala: mā’ ẓahīr tarāhu al-‘uyūn. Jadi, kata ma‘īn dalam Al-Qur’an umumnya disebutkan dalam rangka menerangkan air minum penghuni surga yang berasal dari mata air yang mengalir, yang sudah tentu sehat dan nikmat serta menyenangkan.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto