Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 12 - Surat Al-Mulk (Kerajaan)
المُلك
Ayat 12 / 30 •  Surat 67 / 114 •  Halaman 562 •  Quarter Hizb 57 •  Juz 29 •  Manzil 7 • Makkiyah

اِنَّ الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ

Innal-lażīna yakhsyauna rabbahum bil-gaibi lahum magfiratuw wa ajrun kabīr(un).

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya dengan tanpa melihat-Nya akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Makna Surat Al-Mulk Ayat 12
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Bagi orang yang mengingkari kekuasaan Allah, ancamannya dije-laskan pada ayat sebelumnya. Pada ayat ini diterangkan siapa yang akan meraih pahala yang besar, Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, atau mereka takut kepada-Nya walau mereka itu sendirian tidak terlihat oleh siapa pun, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan tanda-tanda orang bertakwa yang tunduk dan patuh kepada Allah, dan yakin bahwa Allah mengetahui segala yang mereka lakukan baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Tanda-tanda itu ialah:

1. Senantiasa takut kepada azab Allah walaupun azab itu merupakan suatu yang gaib, tidak tampak dan belum tentu kapan datangnya.

2. Merasa takut akan kedatangan hari Kiamat, karena mengingat malapetaka yang akan terjadi pada diri mereka seandainya mengingkari Allah, seperti peristiwa yang akan terjadi pada hari perhitungan, hari pembalasan, dan azab neraka yang tiada terkirakan.

3. Yakin dan percaya bahwa Allah selalu mengawasi, memperhatikan, dan mengetahui di mana dan dalam keadaan bagaimana mereka setiap saat.

Dalam hadis Nabi Muhammad disebutkan:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ. (رواه الترمذي والنسائي وأحمد والحاكم وغيرهم)

Dari Abū Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda, “Tak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah. (Riwayat at-Tirmiżī, an-Nasā’ī, Aḥmad, al-Ḥākim, dan lainnya)

Orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh, tidak ada kekhawatiran terhadap diri mereka dan mereka tidak bersedih hati terhadap segala sesuatu yang luput dari mereka, sebagaimana firman Allah:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۚ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ٢٧٧

Sungguh, orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati. (al-Baqarah/2: 277)

Orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah selalu merasa mendapat pengawasan dari-Nya. Mereka yakin bahwa Dia melihat dan memperhatikan mereka, sebagaimana yang diucapkan Nabi Muhammad dalam konteks ihsan:

أَنْ تَعْبُدَ اللّٰهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة)

Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihatmu. (Riwayat al-Bukhārī, Muslim, dan Abū Hurairah)

Allah menjanjikan bahwa orang-orang mukmin yang bersifat demikian akan diampuni dosa-dosanya dan akan diberi pahala yang besar di akhirat kelak.

Isi Kandungan Kosakata

1. Żalūlan ذَلُوْلًا (al-Mulk/67: 15)

Żalūl adalah maṣdar dari żalla-yażullu-żullan wa żalūlan. Dalam kaitan ayat ini, kata tersebut artinya “penurut” (sahlul-inqiyad) atau “mudah dan tidak membangkang” (mużallalah sahlah). Bumi diciptakan Allah dalam keadaan penurut dan gampang/mudah, artinya bumi diciptakan dalam keadaan mudah dan menyenangkan untuk dijelajahi permukaannya, tidak ada kesulitan untuk melaluinya. Meskipun sesungguhnya bentuknya bulat, tetapi bumi terasa datar dan indah menyenangkan. Kalau jalan yang dilalui menanjak, maka terasa agak melelahkan karena tenaga yang dikeluarkan lebih besar; tetapi kalau jalan menurun terasa lebih ringan. Secara umum, bumi terasa mudah untuk dilalui karena keadaan umumnya datar. Itulah arti aż-żalūl.

2. Manākib مَنَاكِبُ (al-Mulk/65: 15)

Manākib adalah jamak (plural) dari kata mankib yang artinya permukaan, daratan, atau pundak. Paling kurang untuk kata manākib ini terdapat tiga pendapat, yaitu: pertama, artinya adalah jalan-jalannya (ṭuruqātuhā); kedua, artinya “gunung-gunungnya” (jibāluhā), menurut pendapat az-Zajjāj, kalau telah memungkinkan kita berjalan di gunung-gunungnya, maka hal itu lebih mudah sebenarnya (ablag fit-tażlīl); ketiga, artinya lereng-lerengnya (jawānibuhā). Di antara tiga macam tersebut mana yang paling sesuai, wallahu a’lam. Yang pertama pendapat Mujāhid dari Ibnu ‘Abbās, yang kedua pendapat Qatādah juga dari Ibnu ‘Abbās, dan ketiga pendapat Muqātil, al-Farra’ dan Abū Ubaidah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto