Geligi Animasi
Geligi Semua Satu Platform
Ayat 1 - Surat Al-Munāfiqūn (Orang-Orang Munafik)
المنٰفقون
Ayat 1 / 11 •  Surat 63 / 114 •  Halaman 554 •  Quarter Hizb 56 •  Juz 28 •  Manzil 7 • Madaniyah

اِذَا جَاۤءَكَ الْمُنٰفِقُوْنَ قَالُوْا نَشْهَدُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُ اللّٰهِ ۘوَاللّٰهُ يَعْلَمُ اِنَّكَ لَرَسُوْلُهٗ ۗوَاللّٰهُ يَشْهَدُ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ لَكٰذِبُوْنَۚ

Iżā jā'akal-munāfiqūna qālū nasyhadu innaka larasūlullāh(i), wallāhu ya‘lamu innaka larasūluh(ū), wallāhu yasyhadu innal-munāfiqīna lakāżibūn(a).

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Nabi Muhammad), mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah benar-benar utusan Allah.” Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan-Nya. Allah pun bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar para pendusta.

Makna Surat Al-Munafiqun Ayat 1
Isi Kandungan oleh Tafsir Wajiz

Apabila orang-orang munafik di Madinah datang kepadamu Muhammad, lalu mereka berkata di hadapanmu, “Kami mengakui bahwa engkau adalah Rasul Allah”, untuk menunjukkan bahwa mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah engkau percaya terhadap ucapan mereka. Dan sebaliknya yakinlah, Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar Rasul-Nya dengan menurunkan wahyu dan melindungimu; dan Allah menyaksikan dengan menunjukkan bukti kepada kamu bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta tentang pengakuannya bahwa mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Isi Kandungan oleh Tafsir Tahlili

Allah menerangkan bahwa apabila orang-orang munafik hadir pada majelis Nabi saw, di antaranya ‘Abdullāh bin Ubay, mereka mengakui dengan pengakuan yang tidak mengandung keraguan sedikit pun bahwa Muhammad saw itu benar-benar rasul dari sisi Allah, telah diberi wahyu, dan diturunkan kepadanya kitab Al-Qur’an sebagai rahmat kepada hamba-hamba Allah. Allah sebelumnya telah menandaskan bahwa Muhammad itu adalah rasul atau utusan-Nya kepada manusia seluruhnya, memberi kabar gembira dan ancaman untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan, dan membawa mereka kepada petunjuk yang benar. Allah mengetahui kebohongan orang-orang munafik itu di dalam pengakuannya. Mereka itu benar-benar lain di mulut lain di hati. Orang munafik adalah orang yang beriman secara lahiriah, tetapi tidak secara batiniah.

Isi Kandungan Kosakata

Khusyubun-Musannadah خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ (al-Munāfiqūn/63: 4)

Khusyubum-musannadah terdiri dari dua kata, yaitu khusyub dan musannadah. Yang pertama, khusyub, merupakan bentuk jamak dari kata khasyabah, yang artinya kayu. Bentuk jamak yang seperti ini hanya dipergunakan bila yang dimaksud adalah kayu yang jumlahnya sangat banyak sekali. Sedang jamak yang biasanya dipergunakan dan untuk menunjuk jumlah yang tidak sangat banyak adalah kata akhsyāb. Sebagian orang mengatakan bahwa khusyub merupakan jamak dari akhsyāb, yang merupakan bentuk jamak dari khasyabah. Dengan demikian, khusyub merupakan bentuk jamak dari jamak. Pemakaian kata ini pada ayat di atas untuk menggambarkan keadaan kaum munafik pada saat tersebut, yaitu bahwa jumlah mereka sangat banyak sekali. Sedang kata kedua, yaitu musannadah, merupakan bentuk isim maf‘ūl dari kata kerja asnada-yusnidu, yang artinya bersandar. Dengan demikian, musannadah artinya yang disandarkan.

Istilah khusyubun-musannadah, yang artinya kayu-kayu yang tersandar, pada ayat ini untuk menggambarkan bahwa orang munafik yang ada di Medinah itu sangat banyak. Namun demikian, mereka dinilai tidak memiliki daya hidup, karena hanya bersandar pada pendapat pimpinannya saja. Mereka tidak memiliki pijakan atau keyakinan yang kukuh, bagaikan kayu yang tidak berakar dan menancap dengan teguh di tanah.

Penelusuran

  • Pos
  • Akun
  • Baru
  • Film
  • Musik
  • Berita
  • KBBI
  • Kripto